Friday , May 25 2018
Breaking News
Kenang Pahlawan, Kenal  Sejarah, Tumbuhkan Nasionalisme

Kenang Pahlawan, Kenal Sejarah, Tumbuhkan Nasionalisme

kunjungan makam guru tua

Beragam cara bisa dilakukan untuk mengenang para pahlawan. Organisasi masyarakat (Ormas) Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulteng memilih berkunjung ke Taman Makam Pahlawan dan sejumlah tokoh penyebar Islam di Lembah Palu.

Matahari masih malu-malu, tapi sejumlah pengurus dan aktivis DPW ABI Sulteng sudah bersiap-siap melaksanakan kunjungan ke Taman Makam Pahlawan Tatura dan sejumlah penyebar Islam di Sulteng. Minggu (10/11/2013) tepat pukul 08.00 Wita, pengurus mengawali start ke makam Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua di kompleks bangunan masjid di Jalan SIS Aljufri.

Di tempat ini, rombongan yang berjumlah delapan orang mendapat sambutan hangat. Beberapa siswa sekolah dasar di lingkungan perguruan Alkhairaat bahkan turut membaur mengirimkan Yasin, Alfatihah dan doa di depan makam Guru Tua.

Selanjutnya dengan mengendarai motor, rombongan bergerak ke Makam Datokarama di Jalan Datokarama, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat.  Rombongan diterima dengan ramah oleh penjaga makam. Azis nama lelaki 70 tahun itu. Ia mengaku sudah menjadi penjaga makam Datokarama atau Abdullah Raqih sejak tahun 1984. Ia mengenang honor saat itu Rp2.500. Kini setelah hampir 30 tahun mengabdi, dalam sebulan ia menerima tunjangan Rp400 ribu.

Kepada pengurus ABI ia juga sudah bersiap-siap jika nanti dipanggil sang Khalik. Kepada penggantinya, ia berharap dua hal.  Rajin salat dan harus mengenal sejarah.  Datokarama yang berasal dari Tanah Arab dan kemudian menyebarkan dakwahnya di Sumatera dan Tanah Kaili ini melaksanakan syiarnya pada Abad ke-17.  Di kompleks pemakaman tersebut, juga ada makam istri dan keluarga Datokarama.

Setelah mengabadikan gambar, rombongan yang dipimpin Reza kemudian menuju makam ustad Ahmad Abubakar di pekuburan umum Islam di Jalan Wolter Monginsidi, Palu Selatan.  Ustad Ahmad Abubakar lahir di Tolitoli Utara tahun 1912 dan meninggal di Palu tahun 2008. Semasa hidupnya ustad banyak mengembangkan ajaran Islam dan turut mendorong lahirnya Buol Tolitoli sebagai kabupaten baru di Sulteng.

Kunjungan berakhir di Taman Makam Pahlawan, Tatura, Palu Selatan. Matahari kini tak malu-malu lagi. Meski sengatannya sudah terasa, tak menyurutkan antusias pengurus untuk menyampaikan doa dan tabur bunga di kompleks pemakaman. Kunjungan ini juga disambut baik pengelola makam. Tampak benar Dinas Sosial Sulteng baru saja menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan, 10 November.

Aktivis ABI Sulteng, Rifai, mengatakan kunjungan ini sengaja diagendakan ABI untuk mengenang perjuangan para pahlawan di Sulteng. Para tokoh yang dikunjungi adalah mereka yang telah berjasa, baik tatkala merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maupun pahlawan yang berjuang mencerdaskan ummat melalui dakwah dan pendidikan.

“Kami diinstruksikan oleh pengurus pusat ABI dan kegiatan ini (ke Taman Makam Pahlawan) dilaksanakan secara nasional,” tukas Rifai. Pimpinan rombongan, Reza, berharap kunjungan ke makam pahlawan bisa menjadi spirit untuk mendorong nasionalisme atau bangga sebagai bangsa Indonesia yang mandiri dan bermartabat. Allaahumma shalli alaa muhammad wa ali muhammad. (INDAR/PALU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top