Friday , May 25 2018
Breaking News
Cari Berkah, Namai Anak dengan Nama-nama Manusia Suci

Cari Berkah, Namai Anak dengan Nama-nama Manusia Suci

Dinukil dari kitab Mustadrakul Wasail , seseorang berkata pada Imam Shadiq as, “Wahai Imam, nyawaku untukmu! Aku menamai anak-anakku dengan namamu dan ayah-ayahmu. Apakah hal ini memberikan manfaat kepada kami?”

Imam berkata, “Iya. Aku bersumpah atas nama Allah bahwa agama tidak mengajarkan selain mencintai (orang-orang beriman) dan membenci (musuh-musuh Allah). Allah berfirman, “Katakanlah (Muhammad): Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: Ali Imran, ayat 31)

Dari hadis di atas mungkin Imam hendak menyampaikan bahwa karena Allah swt mencintai manusia-manusia suci (Nabi Saw dan Imam as) maka ketika kita menamai anak-anak dengan nama-nama mereka, Allah akan mencintai anak-anak kita.

Ada sebuah riwayat dalam kitab Wasail Syiah, Imam Ridha as berkata, “Sebuah rumah yang di sana terdapat penghuni bernama Muhammad, rumah tersebut di siang dan malamnya akan dilimpahi kebaikan dan keberkahan.”

Akan tetapi ketika anak-anak kita telah dinamai dengan nama Nabi saw maka jangan sesekali kita memukul dan menyakitinya. Dinukil dari kitab Kanzul Ummal, Abu Raaf’I berkata bahwa Nabi saw bersabda,”Jika kalian menamai anak kalian dengan nama Muhammad, janganlah memukul dan menyakitinya.” Namun demikian, hal itu bukan berarti bahwa anak yang tidak dinamai dengan nama-nama manusia suci as bisa kita pukul dan sakiti, akan tetapi ia mempunyai arti bahwa anak yang diberi nama-nama manusia suci –dengan berniat menghormati nama-nama tersebut– kita  tidak boleh memukul dan menyakiti anak tersebut.

Patut diperhatikan juga bahwa memberi nama anak dengan nama-nama Nabi Saw atau para Imam as, bukan berarti tidak mencintai kearifan lokal (masyarakat di setiap daerah memang memiliki ciri khas sendiri dalam menamai anak-anaknya berdasarkan garis keturunan, suku, dan adat istiadat), namun kita mempunyai perkara-perkara yang berada di atas kemampuan akal yaitu keberkahan dari nama-nama yang Allah swt cintai seperti nama Nabi saw, para Imam as, dan para Nabi terdahulu. (Sutia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top