Sunday , August 19 2018
Breaking News
Nasib Filsafat Islam Klasik

Nasib Filsafat Islam Klasik

Mendengar kata filsafat, selintas pikiran kita pasti akan melayang pada Imam Al-Ghazali, salah satu tokoh yang mengharamkan filsafat ataupun Ibn Rusyd, sosok yang menentang pandangan Imam Al-Ghazali tentang filsafat.

Lalu seperti apa sebenarnya perkembangan filsafat sebagai sebuah ilmu pengetahuan di Indonesia saat ini?

“Dua hal yang akan terjadi jika Ibn Sina datang ke jaman ini, tertawa terbahak-bahak atau menangis tersedu-sedu”, ungkap Dr. Kholid Al-Walid, Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Islam SADRA, Jakarta, pada Sabtu (25/4) dalam sebuah kelas filsafat Mingguan yang di adakan bagi masyarakat umum di STFI SADRA.

Menurut dia didasari atas perilaku para pemikir sekarang yang membicarakan sesuatu yang sudah ditinggalkan oleh para filosof klasik tapi masih dibicarakan oleh para pemikir masa ini. Hal ini disebabkan para pemikir atau filosof Islam kita adalah orang yang sangat kritis tapi tidak memiliki dasar penguasaan ilmu-ilmu klasik tradisonal Islam yang baik.

“Inilah problem mendasar di negeri kita”, terang Kholid. Padahal, bagi Kholid, sumbangsih para pemikir Islam terdahulu itu sangat besar namun hanya tertinggal di perpustakaan-perpustakaan. Sementara upaya untuk mengenalkan karya pemikir klasik Islam di Universitas Islam Negeri yang ada di Indonesia masih sangat minim dan jarang sekali diajarkan secara serius.

Hampir tidak ada tokoh-tokoh pemikir Islam di Indonesia yang betul-betul menguasai karya-karya besar, penerjemahan-penerjemahan yang ada masih sangat minim dan jauh dari kualitas yang layak. Kholid menyatakan bahwa menemukan sejumlah terjemahan karya-karya besar dalam bahasa Indonesia yang sepertinya diterjemahkan menggunakan Google Translate.

“Sehingga maksud dari penulisnya kemana, kemudian hasil terjemahannya menjadi sebuah karya baru lagi yang beda dengan karya yang diterjemahkan”, ungkapnya.

Jika hal ini terus berlanjut dan tanpa ada kesadaran dalam diri umat Islam untuk menyelamatkan Filsafat Islam, apakah kita rela, bila nanti Filsafat Klasik Islam ini punah dan para musuh Islam akan beranggapan bahwa Islam tidak memiliki sejarah pemikiran-pemikiran besar dalam Filsafat layaknya Barat? (Lutfi/Al-Mandari)

3 comments

  1. Sangat memprihatinkan ya ustad….karya filosofi islam klasik yg sudah diterjemahkan apasaja bukunya ustad bs didapat dimana smg muncul kader2 muda baru yg sadar akan pentingnya materi ini…..insya Allah

  2. BRAVO ISLAM SEJATI (SYI’AH 12)!

  3. Teruslah.. berkinerja demi tegaknya Islam Muhammadi & kemaslhtn umat Syiah indo.. yg masih dlm kondisi terjajah & terintimidasi… lahir & batin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top