Saturday , May 26 2018
Breaking News
Israel Khawatirkan Kedekatan Obama-Rouhani

Israel Khawatirkan Kedekatan Obama-Rouhani

Jakarta – Mencairnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran tak membuat semua pihak bahagia. Kecurigaan kini menyerang negara-negara Arab yang selama ini menjadi sekutu AS, termasuk sekutu terdekat Paman Sam, Israel.

Menjelang kepulangannya ke Teheran, Jumat (27/9), Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden AS Barack Obama berbincang lewat telepon. Dua kepala negara ini sama-sama bersepakat perlunya penyelesaian isu nuklir Iran.

Sejumlah pengamat menyatakan, kehangatan AS terhadap Iran mengkhawatirkan, seakan membawa masuk rival utama ke dalam lingkaran pertemanan. Satu akademisi di negara Teluk menulis dalam akun Twitter-nya,”Ini seperti runtuhnya Tembok Berlin.”

Jamal Khasoggi, jurnalis kenamaan di Arab Saudi yang dekat dengan keluarga kerajaan, termasuk yang memandang skeptis. ”Ada kecurigaan bahkan paranoia mengenai kesepakatan rahasia Amerika dan Iran,” katanya seperti dikutip New York Times, Ahad (29/9).

Hal yang menjadi perhatiannya, AS menerima Iran apa adanya. Jadi, ujar Khasoggi, Iran bakal tetap menjalankan kebijakan lamanya berupa agresi dan ekspansionisme. Tak hanya Arab Saudi yang merasakan kekhawatiran itu, negara-negara Arab lainnya pun demikian.

Bagi Israel, Iran masih dianggap sponsor terorisme karena mendukung Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza, yang bermusuhan dengan Israel. ”Rezim bisa berubah tapi kebencian pada Israel tidak,” kata Ketua Studi Timur Tengah di Universitas Tel Aviv Uzi Rabi.

Meski demikian, belum ada reaksi resmi baik dari Arab Saudi maupun Israel terkait komunikasi Obama dan Rouhani lewat telepon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta para menterinya tak banyak berkomentar.

Selepas Rouhani pulang ke Teheran, Obama memang memiliki agenda pertemuan dengan Netanyahu, Senin (30/9). Isu yang dibahas dipastikan salah satunya soal Iran.

Obama yang telah berbicara hangat dengan Rouhani kemungkinan berdebat sengit dengan Netanyahu. Jelang terbang ke Washington, Sabtu (28/9) malam, Netanyahu pun sudah menyampaikan kata-kata pedas.

Menurut dia, Rouhani jelas menggunakan pendekatan diplomatis sebagai taktik membodohi Barat. Pada saat bersamaan, kata Netanyahu, Iran terus melakukan pengayaan uranium. ”Fakta harus diungkapkan di tengah pembicaraan yang manis dan tebaran senyuman,” ucap Netanyahu.

Seorang sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengungkapkan skenario Obama saat bertemu Netanyahu. Obama akan menekan Netanyahu untuk bersabar. Paling tidak, dia diminta memberikan sedikit waktu bagi Rouhani untuk membuktikan semua ucapannya. Obama juga akan meyakinkan Israel bahwa AS tak akan mencabut sanksi bagi Iran secara prematur.

Profesor Hubungan Intenasional Mohammad Ali Bassiri, menulis di Etemad, harian proreformasi Iran, bahwa tantangan besar dalam hubungan Iran-AS adalah Israel. Ia menyatakan Zionis takkan membiarkan hubungan dua negara itu terjalin karena merusak kepentingan mereka.

Sumber : Republika

2 comments

  1. Iran adalah satu satunya negara Islam yang mandiri dan bermartabat. Hanya Negara Republik Islam Iran sajalah yang menjalankan syari’at Islam secara konsisten. Israel menyadari bahwa Hanya Iranlah satu satunya negara di kawasan Timur Tengah yang bisa menghambat hegemoni Zionist Israel terhadap negara negara arab di Timur Tengah. Bagi Israel sangat mudah menghancurkan dan menguasai Negara Jordania. Palestina, Suriah, Mesir dan Saudi Arabia utara. oleh karena itu melalui Medianya yang menguasai wilayah Amerika dan Eropa ini Zionist Israel ini bisa mempengaruhi masyarakat dunia dengan memfitnah Iran sebagai Negara pendukung Teroris. Lobby Israel dapat mengontrol kebijakan baik senat maupun Parlemen di
    Amerika dan Inggris, khususnya
    Amerika Serikat dan Inggris. Tapi rupanya Kemandirian Iran dan hebatnya para diplomat negeri Mullah ini justru membuat para pemimpin barat + China mengakui Nuklir Iran. Zionist Israel yang dikenal mempunyai faham licik, dengki, kejam dan jahat ini merasa kuwatir dan takut apabila Amerika Serikat dan negara Eropa menjalin hubungan baik kepada Iran dan menarik sanksinya kepada Iran. Maka Iran akan menjadi salah satu Negara Adi Daya Dunia. Selamat kepada Negara Republik Islam Iran. Semua Negara Islam khususnya Indonesia harus belajar dari Iran. Baik Sistem Hukum, politik. sosial serta pelaksanaan dan penerapannya. Penulis sendiri ingin sekali berkesempatan berkunjung ke Iran untuk melihat langsung hebatnya Negeri Mullah ini. Yang rakyatnya dikenal cinta damai, ramah dan bersahabat. HP : + 62 856 947 87 180 atau + 62 21 885 7748

  2. Iran adalah satu satunya negara Islam yang mandiri dan bermartabat. Hanya Negara Republik Islam Iran sajalah yang menjalankan syari’at Islam secara konsisten. Israel menyadari bahwa Hanya Iranlah satu satunya negara di kawasan Timur Tengah yang bisa menghambat hegemoni Zionist Israel terhadap negara negara arab di Timur Tengah. Bagi Israel sangat mudah menghancurkan dan menguasai Negara Jordania. Palestina, Suriah, Mesir dan Saudi Arabia utara. oleh karena itu melalui Medianya yang menguasai wilayah Amerika dan Eropa ini Zionist Israel ini bisa mempengaruhi masyarakat dunia dengan memfitnah Iran sebagai Negara pendukung Teroris. Lobby Israel dapat mengontrol kebijakan baik senat maupun Parlemen di
    Amerika dan Eropa khususnya
    Amerika Serikat dan Inggris. Tapi rupanya Kemandirian Iran dan hebatnya para diplomat negeri Mullah ini justru membuat para pemimpin barat + China mengakui Nuklir Iran. Zionist Israel yang dikenal mempunyai faham licik, dengki, kejam dan jahat ini merasa kuwatir dan takut apabila Amerika Serikat dan negara Eropa menjalin hubungan baik kepada Iran dan menarik sanksinya kepada Iran. Maka Iran akan menjadi salah satu Negara Adi Daya Dunia. Selamat kepada Negara Republik Islam Iran. Semua Negara Islam khususnya Indonesia harus belajar dari Iran. Baik Sistem Hukum, politik. sosial serta pelaksanaan dan penerapannya. Penulis sendiri ingin sekali berkesempatan berkunjung ke Iran untuk melihat langsung hebatnya Negeri Mullah ini. Yang rakyatnya dikenal cinta damai, ramah dan bersahabat. HP : + 62 856 947 87 180 atau + 62 21 885 7748 Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top