Sunday , June 25 2017
Breaking News
Belajar Menghargai Perbedaan dari Seniman Lukis

Belajar Menghargai Perbedaan dari Seniman Lukis

Tak disangka, di sebuah Dusun dari Desa Kaliwinasuh Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, ada seorang pelukis muda berbakat. Namanya Rakhmat Kurniawan. Pria kelahiran 23 Februari 1989 ini begitu mencintai seni lukis. Kegemarannya menggambar dituangkannya dalam berbagai variasi lukisan mulai dari abstrak hingga natural. Nasib mungkin belum berpihak kepadanya. Ia rela menanggalkan cita-cita idamannya menjadi pelukis profesional untuk pergi merantau mencari kerja di Kabupaten Tangerang sejak lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). lukisan Berbagai jenis pekerjaan sudah berganti-ganti ia geluti. Mulai dari bekerja menjadi tukang antar roti, hingga bergabung menjadi anggota Multi Level Marketing (MLM). Kenyataan hidup tak selamanya menyenangkan. Mungkin, karena kesuksesan di perantauan belum berpihak, membuatnya harus kembali ke Banjarnegara sejak tahun 2015 lalu. Di tanah kelahirannya itu, Rakhmat kembali menggeluti dunia seni yang sempat lama ditinggalkan. Seminggu yang lalu, Rakhmat tampak asyik melukis dinding rumahnya sambil mendengarkan lagu. Rakhmat memperlihatkan hasil lukisannya yang bervariasi mulai dari lukisan wajah orang, lukisan dinding hingga kaos lukis. Menurut Rakhmat, seni lukis merupakan sarana untuk mengekspresikan kebebasan. “Dari melukis, saya juga semakin memahami kehidupan,” katanya. Seni lukis Dengan menggeluti seni, menurutnya, akan menjadi lebih peka terhadap kehidupan sosial, lebih mampu merasakan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan. “Semakin menggeluti seni akan semakin paham, bahwa hidup ini beragam. Ada benar ada salah, baik-buruk, hitam-putih, kaya-miskin, pintar-bodoh. Itulah warna,” ucap Rakhmat. “Tidak mungkin ada kesempurnaan dalam tatanan hidup. Manusia yang semakin peka pada kegiatan seni, akan lebih mampu menghargai perbedaan. Dan ternyata banyak kawan-kawan baru yang mengapresiasi, dan mendukung. Rata-rata mereka pun dipandang sebelah-mata oleh keluarga, karena seniman memang kaum minoritas. Bukan sekedar uang yang dicari.” Pungkas Rakhmat. (Rahma-Malik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top