Tuesday , December 12 2017
Breaking News
Bijak dalam Media Sosial

Bijak dalam Media Sosial

Sebagai pengikut Ahlulbait, kita harus menjaga mazhab ini dengan berbagai cara. Kita harus bersatu, tidak boleh bercerai-berai. Kita tidak boleh bertentangan satu sama lain, apalagi bermusuhan. Apapun masalahnya, suatu ironi jika kita saling berseteru hanya karena berbeda pilihan politik.

Pilkada DKI yang telah berlalu memang telah membuat dua kelompok, pro dan kontra di antara komunitas kita. Pilihan politik kita boleh berbeda, tetapi tidak boleh menimbulkan ketegangan dan perpecahan di antara kita. Sungguh ironi jika sesama kita tidak saling bertegur sapa hanya karena berbeda pilihan politik.

Oleh karena itu, Dewan Syura ABI menyerukan arahan-arahan sebagai berikut:

  1. Tidak menyebarkan pernyataan yang bisa ditafsirkan sebagai sikap meremehkan NKRI & Pancasila, mendukung khilafah dan memusuhi Negara.
  2. Tidak melontarkan pandangan-pandangan bernada pemutlakan tentang fenomena relatif dan dinamis seperti pilkada dan semacamnya yang bisa menghambat penyadaran internal dan mengalihkan dari prioritas-prioritas lainnya.
  3. Tidak mempertanyakan hal-hal yang jelas secara normatif dan logis, membesarkan masalah-masalah remeh, menyikapi secara frontal persoalan yang tidak diketahui secara detail tanpa klarifikasi yang bisa menimbulkan kegaduhan internal.
  4. Harus menghindari penisbatan dan pemaknaan yang tidak bertanggungjawab terhadap fatwa/statemen para maraji’.
  5. Tidak menafsirkan secara negatif tanpa verifikasi rumor dan pernyataan tanpa penyertaan sumber kredibel yang bisa merenggangkan hubungan antar individu.
  6. Tidak menanggapi ujar kebencian dan fitnah sektarian dengan cara yang digunakan oleh para takfiri hingga bisa dijadikan bahan untuk balik mendiskreditkan komunitas.
  7. Tidak menggunakan diksi tajam dan kasar untuk menunjukkan sikap mendukung salah satu pihak.
  8. Tidak menyerang person dan institusi, apalagi dengan penyebutan nama.
  9. Secara syari’ tidak seorang pun berhak membahayakan komunitas melalui komentar tak terukur dan diksi tajam bahkan jorok.

(dikutip dari rubrik Suara DS, Buletin Al-Wilayah, Edisi 14, Juli 2017, Syawal 1438)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top