Tuesday , August 22 2017
Breaking News
Biografi Singkat Imam Ali Ar-Ridha

Biografi Singkat Imam Ali Ar-Ridha

Biografi Singkat Imam Ali Ar-Ridha a.s

Nama                  : Ali

Gelar                   : Ar-Ridha

Julukan             : Abul hasan

Ayah                   : Imam Musa Al-Kazhim

Ibu                       : Najmah dijuluki Ummulbanin

Lahir                  : Madinah, Kamis, 11 Dzulqa’dah 148 H

Wafat                 : Selasa, 17 Shafar 203 H

Umur                 : 55 tahun

Sebab wafat     : Diracun Makmun Al-Abbas

Makam              : Masyhad, Iran

Anak                  : 6 orang, 5 laki-laki 1 perempuan

Imam Ali Ridha a.s dilahirkan di Madinah pada tanggal 11 Dzulqa’dah 148 H. Ayahnya dalah Imam Musa Kazhim a.s dan ibunya adalah Najmah. Nama lainnya adalah Samanah, Tuktam dan Thahirah.

Setelah Imam Kazhim a.s syahid, ia dalam usia 35 tahun harus memegang tali kendali imamah, menjaga norma-norma Islam dan membimbing para pengikutnya. Masa keimamahan Imam Ridha a.s adalah dua puluh tahun. Kita dapat membagi masa tersebut dalam tiga fase:

  1. Sepuluh tahun pertama masa imamahnya yang bertepatan dengan masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid.
  2. Lima tahun setelah masa tersebut yang bertepatan dengan masa pemerintahan Amin, putra Harun.
  3. Lima tahun kedua yang bertepatan dengan masa pemerintahan Ma’mun Al-Abasi, saudara Amin.

Dalam setiap fase imamah di atas, Imam Ridha a.s. berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik dalam menjaga dan menyebarkan tugasnya dengan baik. Dalam menjaga dan menyebarkan Islam meskipun ia harus berhadapan dari satu sisi dengan politik pemerintahan masa itu yang rumit karena ia menjadikan Islam sebagai polesan pemerintahannya, dan dari satu sisi lain, kepincangan-kepincangan sosial yang menimpa masyarakat waktu itu.

Imam Ridha a.s pada tiga tahun terakhir hidupnya banyak mengeluarkan tenaga demi menggunakan kesempatan yang ada. Hal itu dilakukan demi menyadarkan masyarakat luas, memfokuskan perhatian mereka terhadap permasalahan-permasalahan pokok, dan taktik pemerintan dengan metode yang beraneka ragam.

Imam Ridha a.s. syahid pada tahun 203 H. dalam usianya yang ke-55 tahun di sebuah desa yang bernama Senabad Nuqan dan sekarang desa itu menjadi salah satu bagian dari kota Masyhad. Ia syahid karena diracun oleh Makmun, Khalifah yang berkuasa pada saaat itu.

Imam Ali Ar-Ridha a.s berkata, “Seseorang tidak akan menjadi Mukmin sejati kecuali ia memiliki tiga karakter berikut ini: mengikuti sunnah Tuhannya, sunnah Nabinya dan sunnah imamnya. Sunnah (kebiasaan yang dilakukan oleh) Tuhannya adalah menyimpan rahasia, sunnah Nabinya adalah berbuat toleransi terhadap orang lain dan sunnah imam adalah sabar menangung kesengsaraan.”

Dalam berorganisasi dan bermasyarakat, seperti di masa-masa rumit pada zaman yang dihadapi Imam Ridha as, maupun zaman-zaman setelahnya, bahkan hingga saat ini, diperlukan sifat-sifat di atas sebagai karakter utama/kesadaran kolektif.

1. Kesadaran akan pentingnya keamanan.
2. Kesadaran akan pentingnya persatuan.
3. Kesadaran akan pentingnya ketaatan.

Karena:

Tak akan tercipta keamanan yang kondusif tanpa saling menjaga rahasia.

Tak akan ada persatuan yang kokoh dan solid tanpa sifat toleran.

Tak akan ada ketaatan yang teguh tanpa kesabaran.

#Selamat berbahagia atas kelahiran Imam Ali Ar-Ridha a.s.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top