Thursday , October 19 2017
Breaking News
Doa Pengungsi Muslim Syiah Sampang Untuk Korban Banjir Sampang

Doa Pengungsi Muslim Syiah Sampang Untuk Korban Banjir Sampang

doa-Pengugsi-Muslim-Syiah-Sampang-untuk-Korban-Banjir-Sampang-2Hingga minggu malam (28/2), ribuan pemukiman padat pududuk di 9 Desa dan 4 Kelurahan di Kecamatan Sampang Kota, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur masih teredam banjir dan memaksa warganya mengungsi.

Kabar bencana banjir yang melanda kampung halaman mereka membuat warga Muslim Syiah Sampang yang selama ini diusir dan dipaksa mengungsi di Rusun Puspo Agro Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur merasa turut prihatin.

Minggu (28/2) malam selepas Shalat Isyak merekapun mengadakan doa bersama bagi saudara-saudara mereka yang tertimpa bencana banjir di Sampang.

“Itu tanggung jawab kita sebagai pengikut Rasulullah yang harus mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Ustaz Iklil Almilal, Koordinator Pengungsi, saat dihubungi ABI Press.

Lebih jauh ditegaskannya bahwa sebagai seorang Muslim, sudah menjadi tanggungjawabnya untuk saling mendoakan dalam kondisi apapun, sebab menurutnya semua yang kita alami adalah ujian dari Allah dan dalam ujian tersebut kita berharap bisa sukses, mendapatkan rahmat dan pertolongan Allah baik di dunia maupun di akhirat.

Ditanya apa saja yang didoakan, Ustaz Iklil menerangkan bahwa mereka berdoa agar banjir segera surut dan warga Sampang yang tertimpa musibah banjir dapat dengan tabah menghadapi keadaan ini.

Sementara itu, Ustaz Tajul Muluk yang dihubungi ABI Press dan ditanya terkait kemungkinan acara doa bersama untuk warga Sampang yang tertimpa bencana banjir itu akan dianggap sebagai pencitraan atau untuk mencari perhatian, mengatakan hal tersebut tidak memengaruhi dirinya dan para pengungsi lain untuk tetap mengadakan acara tersebut.

“Tidak berpengaruh, karena kami melakukan semua ini untuk apa, yang tahu Tuhan,” tegas Ustaz Tajul.

Ustaz Tajul menyampaikan bahwa sebetulnya sebelum mengadakan acara tersebut sudah merasa, akan ada yang menilainya negatif, tapi tetap menggelar acara doa bersama itu dengan alasan untuk belajar ikhlas, sebagaimana Rasulullah dulu dilempar dengan batu dan kotoran tapi tidak membalasnya. Begitupun dengan Imam Ali yang tidak mendendam kepada Abdulrahman bin Muljam yang telah mencelakainya.

“Jadi seperti itulah akhlak Ahlulbait, manusia suci. Jadi tidak ada tendensi-tendensi politik sama sekali dan mereka juga mengamalkan apa kata Alquran; balaslah kejelekan itu dengan sesuatu yang lebih baik,” terang Ustaz Tajul.

Ditegaskannya pula bahwa jika diberi kesempatan untuk membantu saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa bencana banjir di Sampang, maka para pengungsi Muslim Syiah Sampang akan dengan ikhlas membantunya.

“Andaikan kami ini punya modal, punya uang untuk membantu sembako misalnya, jelas kami akan membantu.”

Meski musibah yang menimpa Muslim Syiah Sampang juga belum jelas kapan usai dan hingga kini sudah hampir lima tahun dipaksa berada di pengungsian, Ustaz Tajul menegaskan tetap akan membantu saudara mereka yang tertimpa musibah banjir di Sampang, kampung halamannya. Sebab bagi Ustaz Tajul dan pengungsi Muslim Syiah Sampang, hal itu merupakan teladan dari para manusia unggul; yaitu Rasulullah dan Ahlulbaitnya.

“Kami juga pingin jadi manusia yang unggul. Kalau tidak, buat apa kami mengikuti Rasulullah dan Ahlulbait?” pungkas Ustaz Tajul. (Lutfi/Yudhi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top