Friday , November 24 2017
Breaking News
Islam Penyempurna Bukan Penghapus Agama Sebelumnya

Islam Penyempurna Bukan Penghapus Agama Sebelumnya

Miris melihat kurang diminatinya buku-buku serius tentang ke-Islam-an di tengah gempuran instan media sosial yang menghasilkan pemahaman keagamaan yang dangkal, Lembaga Dakwah Nadhlatul Ulama (LDNU) bekerjasama dengan penerbit Mizan mengadakan launching dan bedah buku Menyoal Status Agama Pra-Islam karya Dr. H. Sa’adullah Affandi M, Ag di Jakarta, Kamis (28/5).

Dalam bedah buku ini, Sa’adullah menegaskan bahwa dalam Alquran tak ada ayat yang secara eksplisit menyebutkan adanya penghapusan agama-agama sebelum Islam.

“Tak ada satu pun ayat dalam Alquran yang mengatakan agama sebelum Islam dihapus,” ujar Sa’adullah. “Ibnu Katsir juga menolak adanya abrogasi, Islam itu menyempurnakan bukan menghapus agama sebelumnya. Bahkan Islam banyak mengadopsi ajaran agama sebelumnya seperti puasa, misalnya.”

“Dalam Alquran juga jelas disebutkan bahwa semua agama, Yahudi, Nasrani, bahkan Shabiin akan mendapatkan reward ketika pemeluknya beriman kepada Allah dan Hari Akhir.”

Mengenai adanya pendapat ayat tersebut sudah di-nasakh, Sa’adullah menolaknya. “Saya menolak nasakh karena saya meyakini semua ayat Alquran itu tetap operatif,” ujar Sa’adullah.

Peran Sentral Dai Pemersatu Di Tengah Umat

Tokoh Katolik Romo Franz Magnis Suseno yang juga hadir sebagai pembicara menyebutkan apresiasinya atas buku Dr. Sa’adullah ini. Menurutnya buku ini bisa mencairkan ketegangan antar Islam-Nasrani.

“Saya sangat mengapresiasi pandangan seperti ini. Di Kristen juga melalui Vatikan ada rekonsili yang sepakat bahwa jalan keselamatan itu ada juga di luar Kristen,” ujar Romo Magniz. “Ini sungguh memberikan napas lega bagi kita yang selalu menyerukan pluralisme.”

Meski demikian Romo Magnis mengatakan keyakinannya akan kebenaran Kristen, sebagaimana Muslim meyakini kebenaran Islam.

Dalam diskusi ini Dr. Zakki Mubarak, Ketua LDNU menyampaikan pentingya membentuk dai yang berorientasi pada paradigma moderat dan ukhuwah. “Pemikiran dai mempengaruhi masyarakat. Makanya peran dai yang moderat dan mementingkan ukhuwah itu sangat penting. NU sendiri dasarnya ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah wathaniyyah, dan ukhuwah insaniyyah,” ujar Zakki.  (Muhammad/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top