Thursday , October 19 2017
Breaking News
Kemenag Siapkan 240 Miliar untuk Anggaran Penelitian Tahun 2018

Kemenag Siapkan 240 Miliar untuk Anggaran Penelitian Tahun 2018

Jakarta – Kementerian Agama sedikitnya akan menyiapkan Rp 240 miliar untuk anggaran penelitian Perguruan Tinggi Keagaman Islam (PTKI) pada tahun 2018. Alokasi ini merupakan 30% dari total anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun 2018 yang mencapai Rp 800 miliar.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendididikan Tinggi mengatur bahwa Pemerintah mengalokasikan paling sedikit 30%  dana bantuan operasional Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk dana Penelitian, baik di PT Negeri maupun swasta. Anggaran penelitian yang awalnya dikelola masing-masing PT juga dialihkan kepada Kementerian Agama.

Akan hal ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin meminta Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) untuk membuat disain penelitian di lingkungan PTKI dengan mempertimbangkan aspek kualitas akademik, strategis penelitian dan untuk memperkuat keilmuan yang ada pada PTKI.

“Disain penelitian harus mengakomodasi ragam keilmuan yang ada pada UIN, IAIN, STAIN, dan PTKIS seperti keilmuan tafsir, hadits, falak, kedokteran, sains dan teknologi, hubungan internasional dan lain-lain,” ujarnya saat Rapim Pejabat di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam di Jakarta, Senin (11/09).

“Penelitian yang dilaksanakan harus menjadi produksi ilmu pengetahuan pada PTKI, bukan mengulang-ulang dari tema-tema penelitian yang telah ada,” sambungnya.

Bagi Kamarudin, pengalihan anggaran kepada Diktis harus mempunyai nilai dan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas penelitian di kalangan dosen PTKI. “Pemindahan anggaran 30% dari anggaran yang semula pada PTKIN ke Kementerian Agama harus mempunyai daya pembeda dan membikin penelitian semakin baik,” katanya.

Kamarudin Amin meminta Direktur Diktis melibatkan civitas akademika kampus PTKI dan para ahli dalam merumuskan disain penelitian. Di level implementasi, Profesor Hadits lulusan Born Univercity ini juga minta agar melibatkan lebih banyak reviwer untuk menyeleksi proposal penelitian para dosen. Dengan demikian, orientasi dan fokus penelitian lebih tajam dan memberikan manfaat, tidak bagi perguruan tinggi namun juga masyarakat.

Rapim ini diikuti hampir seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV Ditjen Pendidikan Islam . Selain membahas optimalisasi penelitian di PTKI, Rapim juga membahas implementasi pendidikan karakter pada lembaga pendidikan Islam, Pendis Expo, serta progress raport program dan kegiatan Ditjen Pendidikan Islam. (Kemenag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top