Sunday , September 24 2017
Breaking News
Kepada Sejarah

Kepada Sejarah

Demi Tuhan awan dan halilintar
Jubahku dipakai gelandangan
Puisiku dibaca orang-orang gila
Rumahku dijarah penyamun sahara
Tamanku dirusak kawanan srigala
 
Siapa rajawali, siapa kurcaci?
Siapa ksatria, siapa pecundang?
Mana samudra, mana gelembung buih?
Mana lelangit, mana lubang ular?
 
Perih, debu di mata
Nyeri, duri di rongga
Sesak, batu di dada
Pangeran tak bermahkota
Sebatang kara
 
Mestikah kutabuh genderang perang?
Niscaya iringan keranda bersambung
Mestikah kuterjang?
Maka jerik penari istana melambung
Mestikah kutari-tarikan pedang?
Dan menara masjid runtuh
 
Aku hela napas
Aku tengadahkan paras
Aku labuhkan marah
Aku patahkan pedang sebilah
Aku serahkan kepada sejarah

Oleh: Dr. Muhsin Labib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top