Saturday , November 25 2017
Breaking News
Mahmoud Abbas: Inggris Harus Menebus 100 tahun Penderitaan Rakyat Palestina

Mahmoud Abbas: Inggris Harus Menebus 100 tahun Penderitaan Rakyat Palestina

Yerussalem – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menulis opininya yang diterbitkan The Guardian pada Rabu (1/11) bahwa Inggris harus menebus kesalahannya yang telah menyebabkan rakyat Palestina menderita selama 100 tahun. Kesalahan yang dimaksud adalah menciptakan negara Israel di Palestina.

“Peringatan 100 tahun Deklarasi Balfour ini harusnya menjadi momen bagi pemerintah Inggris untuk mengubah segalanya menjadi lebih baik,” tulis Presiden.

Pada tanggal 2 November 1917, Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, menandatangani sebuah deklarasi yang terkenal sebagai Deklarasi Balfour. Deklarasi ini berisi dukungan berdirinya tanah air bagi orang-orang Yahudi. Deklarasi inilah yang dianggap sebagai pemicu orang-orang Israel untuk menjajah Palestina. Perlu diketahui bahwa pada saat itu, Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris.

“Deklarasi Balfour adalah peristiwa masa lalu dan itu tidak akan dapat diubah. Tetapi, ia tetap bisa diperbaiki. Tentu saja ini membutuhkan keberanian. Tindakan ini mensyaratkan keberanian untuk mengenali kesalahan-kesalahan di masa lalu dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahan tersebut,” tulis Abbas.

“Sudah saatnya pemerintah Inggris memainkan perannya. Melakukan langkah nyata untuk mengakhiri penjajahan Israel berdasarkan atas hukum dan resolusi-resolusi internasional, termasuk resolusi dewan keamanan PBB yang mengecam pembangunan pemukiman Israel. Sudah saatnya Inggris mengakui perbatasan negara Palestina, dengan Yerussalem Timur (al-Quds) sebagai Ibu Kotanya,” tegas artikel tersebut.

Abbas berpendapat bahwa Deklarasi Balfour ini telah mencederai hak orang-orang Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri dan menciptakan ketegangan yang hebat antara imigran Yahudi Eropa dengan penduduk asli Palestina melalui janji berdirinya sebuah negara Israel.

“Ketidakseimbangan dan penganiayaan yang terjadi antara penjajah dan penduduk asili harus segera diakhiri. Inggris mengemban tanggung jawab yang besar untuk mengakhiri ini,” sebut artikel itu, seperti dikutip situs berita liputanislam.

Inggris merasa tak bersalah

Sementara itu pada kesempatan lain Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson membela kebijakan yang ditempuh pendahulunya seratus tahun lalu yang telah memberi jalan kepada berdirinya Israel.

“Saya bangga terhadap peran Inggris dalam mendirikan Israel,” tulis Johnson dalam harian Telegraph.

Dia malah menyebut Deklarasi Balfour “sangat diperlukan untuk pembentukan sebuah negara besar.” Seperti dikutip situs berita Antara. (M/Z)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top