Sunday , September 24 2017
Breaking News
Pantaskah Umat Islam Melarang Haul Sayidina Husein?

Pantaskah Umat Islam Melarang Haul Sayidina Husein?

Asyuro-BalikpapanSetiap memasuki bulan Muharam, Yayasan Azzahra Balikpapan selalu memiliki agenda peringatan wafatnya Sayidina Husein ra.

Sabtu (24/10) lalu, bertempat di gedung Balai Sudirman tak jauh dari markas Kodam VI Mulawarman, haul cucunda Nabi Muhammad saw itu berlangsung, dirangkai aksi sosial donor darah bekerjasama dengan PMI dan Basarnas. Sebelum acara dimulai, para undangan secara sukarela mengikuti sesi donor darah dengan mendatangi posko yang telah disiapkan dan dibuka lebih awal oleh panitia.

Acara dimulai dengan pembacaan Surah Yasin dan Tahlil yang dihadiahkan kepada Sayidina Husein ra. Dilanjutkan pembacaan Alquran dan sambutan-sambutan. Namun selepas sambutan Kepala Kantor Depag Kota Balikpapan, suasana di luar gedung memanas. Puluhan orang bersuara lantang memekikkan “Allahu Akbar” sambil memerintahkan kepada pihak kepolisian untuk menghentikan acara.

Sebenarnya, tanda-tanda acara tidak akan berjalan dengan lancar sudah dirasakan panitia beberapa hari sebelumnya. Di media sosial tersebar gambar undangan acara dan seruan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian agar acara tidak dilaksanakan. Bakda Magrib pada hari Jumat (23/10), pihak panitia pun sempat dipanggil ke kantor Polres Balikpapan, diminta untuk menghentikan acara. Mereka beralasan ada elemen masyarakat yang meminta pembubaran acara karena dianggap dapat mengganggu stabilitas Kota Balikpapan. Setelah membuat pernyataan bahwa panitia dapat menjaga keamanan di dalam gedung selama acara berlangsung, akhirnya kegiatan tersebut tetap diizinkan. 

Di lain pihak ada broadcast pengerahan massa karena mengetahui acara haul bakal tetap dilangsungkan. Dalam pesan berantai tersebut Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Kota Balikpapan meminta kepada seluruh aktivisnya berkumpul di Masjid Istiqomah untuk salat Zuhur kemudian berjalan bersama-sama menuju Balai Sudirman yang jaraknya dari masjid komplek Pertamina itu hanya sekitar dua ratus meter.

Meski di luar keadaan memanas, pembacaan manakib Sayidina Husein ra. tetap berjalan penuh khidmat di dalam gedung. Pihak aparat baik dari TNI maupun kepolisian menutup pintu masuk gedung. Pihak ANNAS Kota Balikpapan berorasi dan meminta kepada polisi untuk segera membubarkan acara. Mereka menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum acara dihentikan. 

Acara pembacaan manakib sempat berhenti sejenak karena aliran listrik padam. Walaupun tanpa pengeras suara, penuturan kisah tragedi syahidnya Sayidina Husein ra. tetap dilanjutkan.

Polisi masuk ke dalam gedung dan meminta agar acara segera dihentikan. Panitia berkeras bahwa acara akan tetap berjalan. Doa Ziarah yang menjadi penutup acara setelah pembacaan manakib yang hampir rampung menjadi pertimbangan panitia agar acara tetap berlangsung hingga tuntas. 

Diskusi yang alot membuat suasana menjadi tidak kondusif. Puncaknya salah seorang diamankan pihak kepolisian karena dianggap memprovokasi. Setelah kejadian itu panitia meminta para tamu undangan untuk tenang dan duduk kembali karena acara akan segera diakhiri dengan pembacaan Doa Ziarah.

Setelah pembacaan Doa Ziarah selesai, wanita dan anak-anak dievakuasi pertama kali menggunakan truk dan bus dari Brimob Polda Kaltim. Setidaknya enam truk dan bus yang digunakan untuk membawa seluruh hadirin keluar dari gedung Balai Sudirman. Mereka semua dibawa ke kantor Polres karena ada kekhawatiran dari pihak kepolisian akan terjadi bentrok dengan massa ANNAS Kota Balikpapan.

Dari kejadian ini kita dapat melihat begitu lemahnya sikap aparat di hadapan kaum intoleran. Dengan dalih menjaga suasana tetap kondusif, aparat menuruti permintaan ANNAS Kota Balikpapan.

Padahal Yayasan Azzahra Balikpapan selaku penyelenggara acara sudah berada di koridor hukum. Surat pemberitahuan acara ke pihak kepolisian telah diantar pada hari Selasa (20/10). Pun telah membuat pernyataan untuk menjaga keamanan di dalam gedung selama acara berlangsung. Sedang keamanan di luar gedung menjadi tanggung jawab pihak kepolisian. Selama acara berlangsung, tak ada satupun keluar kata-kata penghasutan, provokasi, atau kalimat penistaan kepada kelompok lain.

Panitia juga telah mengundang Kepala Kantor Depag Kota Balikpapan, MUI Balikpapan, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat untuk menyaksikan acara. Tujuannya adalah agar mereka melihat secara langsung, apakah aksi sosial donor darah dan acara Peringatan Haul Cucunda Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Husein ra itu bertentangan dengan Islam. Namun hanya akibat desakan dari sebagian kecil masyarakat yang mengaku Islam, pihak kepolisian mengakomodir keinginan mereka.

Acara ini dibuat sebagai bentuk pengungkapan cinta dan untuk mengekspresikan rasa sayang kepada cucunda Nabi Muhammad saww, Sayidina Husein ra. Jika untuk orang-orang tua kita, guru-guru kita, para Ustad kita, para Habib kita, dengan segala upaya kita peringati haul mereka dan kita buatkan acara untuk mereka. Lalu mengapa tidak untuk Sayidina Husein ra yang tak lain adalah cucunda kesayangan Nabi kita?

Bukankah Rasulullah pernah berpesan: “Al-Husain dari aku, dan aku dari Al-Husain. Termasuk mencintai aku, siapa yang mencintainya. Dan memusuhi aku, siapa yang memusuhinya”? Lalu salahkah bila kita menunjukkan rasa cinta kita dengan cara memperingati haulnya? Keagungan Sayidina Husein ra terlampau luas untuk dibatasi dan diklaim hanya sebagai milik orang Syiah.(Fazri/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top