Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Aktivis Politik Turki: Nama Jenderal Qassim Soleimani Tercatat sebagai Pahlawan Bangsa-Bangsa Tertindas

Published

on

Aktivis Politik Turki: Nama Jenderal Qassim Soleimani Tercatat sebagai Pahlawan Bangsa-Bangsa Tertindas
Sekretaris Jenderal Partai Patriotik Turki, Ozgur Bursali saat wawancara dengan IRNA

Ahlulbait Indonesia, 2 Januari 2026 — Sekretaris Jenderal Partai Patriotik Turki, Ozgur Bursali, menyatakan Letnan Jenderal Qassim Soleimani sebagai pahlawan besar yang namanya tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa-bangsa tertindas di dunia.

Dalam wawancara eksklusif dengan IRNA pada Jumat (2/1), menjelang peringatan syahidnya Soleimani, Bursali menilai perjuangan sang jenderal melawan Zionisme merupakan perjuangan atas nama seluruh umat manusia. Ia menggambarkan Jenderal Soleimani sebagai sosok yang tidak mementingkan diri sendiri dan memiliki pengaruh lintas negara.

“Kami di Turki telah mengenal Jenderal Qassim Soleimani selama bertahun-tahun dan mengikuti perjuangannya dengan saksama,” ujar Bursali.

Ia menambahkan, meskipun Jenderal Soleimani telah gugur, semangat perlawanan yang diwakilinya justru terus berkembang. “Mereka membunuh Jenderal Qassim Soleimani, tetapi ribuan Qassim Soleimani lainnya telah lahir kembali,” katanya. Menurutnya, imperialisme dan Zionisme kini berada dalam posisi melemah.

Baca juga : Wali Kota New York Terbitkan Perintah Eksekutif Perdana, Larangan Sanksi terhadap Israel Dicabut

Bursali menegaskan, Syahid Soleimani bukan hanya seorang martir bagi Iran, melainkan juga bagi Turki, kawasan Asia Barat, dan seluruh umat manusia. “Kami mengenangnya dengan penuh hormat sebagai milik semua bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyebut perjuangan Syahid Soleimani sebagai pelajaran universal tentang kemenangan kebenaran atas penindasan. Dalam pandangannya, mekanisme Barat yang dinilai tidak adil akan runtuh dalam beberapa tahun ke depan, sementara warisan perjuangan tokoh-tokoh seperti Soleimani akan terwujud dalam penguatan negara-negara merdeka, berdaulat, dan bermartabat di Asia.

Letnan Jenderal Hajj Qassim Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran, gugur bersama Abu Mahdi al-Muhandis dan delapan orang lainnya pada 4 Januari 2020 di dekat Bandara Baghdad, Irak. Serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat tersebut diperintahkan oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump.

Sebagai respons atas peristiwa itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat Ain al-Assad di Provinsi Anbar, Irak, pada 8 Januari 2020. [HMP]

Sumber: IRNA

Baca juga : 42 Jurnalis Palestina Ditangkap Rezim Zionis Sepanjang 2025