Kegiatan ABI
Puluhan Longsor Lumpuhkan Desa di Jepara, ABI Responsif dan HIKDMAT Buka Akses Darurat
Jepara, 12 Januari 2026 — Tim Ahlulbait Indonesia Responsif (ABI Responsif) Jepara pada Senin (12/1/2026) bergabung bersama LSM HIKDMAT Jepara dalam penanganan darurat bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Penanganan difokuskan pada pembukaan akses jalan, dukungan logistik, serta penyediaan sarana darurat bagi warga terdampak.

Berdasarkan data lapangan yang dihimpun oleh Humas HIKDMAT dan disampaikan kepada Media ABI, sedikitnya 18 titik longsor besar teridentifikasi di sepanjang ruas jalan utama Kajang–Tempur serta jalur-jalur sekitarnya. Longsoran tersebut menutup badan jalan dengan material tanah, batu, dan pasir, dengan ketebalan bervariasi antara 0,5 hingga 2 meter, serta panjang area terdampak mulai dari beberapa meter hingga mencapai puluhan meter.
Aksi kemanusiaan yang dilaksanakan sejak Jumat, 9 Januari 2026 itu, meliputi penguatan posko logistik, penyaluran bantuan ke desa-desa dengan dampak terparah, pembersihan material longsor di jalur utama, serta pembangunan tenda darurat. Kegiatan ini dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri sebagai bagian dari respons terpadu tanggap darurat.

Hingga Senin, proses pembukaan jalan di jalur Damar Wulan–Tempur terpaksa dihentikan sementara akibat hujan deras yang kembali turun dan meningkatkan risiko longsor susulan. Pekerjaan direncanakan dilanjutkan pada Senin pagi, bergantung pada kondisi cuaca dan keamanan lapangan.
Beberapa titik mengalami kerusakan serius, termasuk hilangnya badan jalan sepanjang puluhan meter akibat tergerus aliran sungai, jembatan yang tertutup material longsoran batu besar, serta rusaknya pagar pengaman di sejumlah tanjakan dan jembatan. Di satu lokasi, aliran sungai dilaporkan berpindah jalur akibat timbunan longsor, menggerus halaman rumah warga dan badan jalan hingga kedalaman sekitar enam meter.
Ali Ridho, Humas HIKDMAT, menegaskan bahwa data tersebut hanya mencakup kejadian longsor berskala besar. Sementara itu, longsor berskala kecil belum seluruhnya terdata karena jumlahnya yang sangat banyak dan tersebar di berbagai lokasi.
Tim relawan ABI Responsif dan HIKDMAT bersama unsur terkait saat ini masih melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kebutuhan alat berat, penguatan talud, dan pengamanan jalur vital. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Aksi ini menjadi bagian dari komitmen ABI Responsif dan HIKDMAT Jepara dalam mendorong respons cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan warga dalam situasi kebencanaan. [HMP/ABI]




