Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Sinergi Relawan dan TNI–Polri Tangani Longsor di Desa Tempur, Jepara

Published

on

Jepara, 14 Januari 2026 — Penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, terus dilakukan secara terpadu. Sinergi antara Pemerintah Daerah, HIKDMAT, ABI Responsif, TNI, Polri, BPBD, Unit Bantu Pertolongan Pramuka (UBALOKA), serta Indonesia Off-road Federation (IOF Rescue) memastikan distribusi bantuan logistik berjalan aman dan tepat sasaran bagi warga terdampak.

Longsor yang terjadi sejak Kamis, 9 Januari 2026, sempat mengisolasi Desa Tempur akibat terputusnya akses jalan utama dan aliran listrik. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga serta terganggunya layanan dasar, termasuk penyaluran bantuan kemanusiaan.

Pada Selasa, 13 Januari 2026, HIKDMAT kembali menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi beras, minyak goreng, susu, air mineral, mi instan, serta paket bantuan dari Bupati Jepara. Logistik didistribusikan melalui sejumlah pos bantuan sebelum disalurkan langsung kepada masyarakat.

Menghadapi medan sulit akibat banjir dan kerusakan akses jalan, penyaluran bantuan dilakukan menggunakan sepeda motor. Metode ini dinilai efektif untuk menjangkau posko pengungsian dan mendukung operasional dapur umum, sehingga distribusi bantuan tetap berjalan meski akses utama belum sepenuhnya pulih.

Koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan relawan menjadi kunci kelancaran penanganan di lapangan. Berkat kerja sama tersebut, distribusi logistik ke posko pengungsian dan dapur umum dapat berlangsung aman dan terkendali.

Seiring proses pemulihan, akses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor kini mulai terbuka dan dapat dilalui secara terbatas untuk kepentingan distribusi logistik. Aliran listrik di wilayah terdampak juga telah kembali normal.

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus melaksanakan upaya pemulihan secara bertahap. Dengan dukungan berbagai pihak, aktivitas masyarakat Desa Tempur diharapkan dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat. [HMP/ABI]