Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Sita 60.000 Senjata Tujuan Teheran Usai Bongkar Sel Teroris Terkait Mossad

Published

on

Ahlulbait Indonesia, 17 Januari 2026 — Pasukan keamanan Iran mengumumkan keberhasilan membongkar sel teroris yang disebut terkait dengan Mossad serta menyita puluhan ribu senjata yang akan dikirim ke Teheran.

Mengutip Press TV, Sabtu (17/1/2026), aparat keamanan menyatakan telah menyita sekitar 60.000 unit senjata berbagai jenis dalam operasi yang dilakukan di tengah kerusuhan baru-baru ini. Senjata-senjata tersebut disebut akan dikirim ke ibu kota untuk digunakan dalam aksi kekerasan, setelah gelombang protes yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi bentrokan.

Komando Penegakan Hukum Iran (FARAJA) menyatakan enam puluh ribu senjata ditemukan bersama para perusuh di Provinsi Bushehr dan ditujukan ke Teheran. Dalam operasi yang sama, dua orang yang disebut sebagai teroris juga ditangkap.

Secara terpisah, aparat intelijen Iran mengumumkan penangkapan anggota “geng teroris bersenjata berbahaya” yang terlibat dalam pembunuhan. Menurut laporan Tasnim News Agency, sel tersebut dilatih oleh Mossad dalam teknik perang perkotaan tingkat lanjut dan ditugaskan memanfaatkan kerusuhan untuk menimbulkan korban, setelah disebut melakukan sejumlah aksi terorisme.

Tasnim melaporkan kelompok tersebut menerima berbagai jenis senjata dan perlengkapan perang perkotaan dari pihak yang disebut sebagai pengendali operasi. Aparat menyatakan mereka menyita beragam persenjataan, amunisi, serta perangkat komunikasi, termasuk telepon satelit.

Menurut pernyataan resmi, anggota sel itu juga menyerang sejumlah fasilitas militer dan kepolisian, mencuri senjata, dan mendistribusikannya dengan tujuan menciptakan eskalasi kekerasan di wilayah perkotaan.

Otoritas Iran menyatakan kerusuhan yang pecah sejak akhir bulan lalu telah berkembang menjadi aksi kekerasan di berbagai kota, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur publik. Pemerintah Iran mengaitkan kerusuhan dan aksi teror tersebut dengan keterlibatan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam konteks ini, pejabat Iran merujuk pada pernyataan mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang dalam sebuah unggahan media sosial sebelumnya menyampaikan ucapan Tahun Baru kepada warga Iran yang turun ke jalan, sekaligus menyebut agen Mossad berada di tengah mereka. Media Iran juga menyoroti unggahan berbahasa Persia yang dikaitkan dengan Mossad, yang mendorong massa untuk turun ke jalan dan menyatakan kehadiran agen di lapangan. [HMP]