Internasional
Ayatullah Khamenei: AS Dalang Kerusuhan dengan Maksud “Menelan” Iran
Ahlulbait Indonesia, 17 Januari 2026 — Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan pihak utama yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa serta kerusakan dalam kerusuhan terbaru di Iran, dengan tujuan “menelan Iran”.
Dikutip dari Al Mayadeen, Sabtu (17/1/2026), pernyataan tersebut disampaikan Ayatullah Khamenei dalam pidatonya di hadapan ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat pada peringatan Idul Mab’ats, hari diutusnya Nabi Muhammad SAW.
Ayatullah Ali Khamenei menggarisbawahi bahwa rakyat telah menyampaikan kata akhir melalui persatuan mereka. Beliau menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai “penjahat” atas kerugian, kerusakan, dan fitnah yang ditimbulkannya terhadap rakyat Iran.
“Presiden Amerika Serikat bertanggung jawab atas korban jiwa, kerusakan, serta tuduhan-tuduhan palsu yang diarahkan kepada bangsa Iran,” ujar Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, seraya menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan yang bertujuan “menelan Iran”.
Pemimpin Tertinggi Iran itu juga mengulas karakter kerusuhan terbaru, sarana yang digunakan, serta tanggung jawab negara dalam menghadapi skenario semacam itu. Menurutnya, kerusuhan bermula dari aksi protes damai pada akhir bulan lalu yang kemudian berkembang menjadi kekerasan terorganisasi.
Dalam perkembangannya, para perusuh melakukan aksi anarkistis di sejumlah kota, menewaskan aparat keamanan dan warga sipil, serta merusak infrastruktur publik. Pemerintah Iran mengaitkan kerusuhan dan aksi terorisme tersebut dengan Amerika Serikat dan rezim Israel.
Keterlibatan pihak luar, menurut pejabat Iran, bahkan diakui secara terbuka. Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, misalnya, menulis di media sosial X, “Selamat Tahun Baru untuk setiap warga Iran yang turun ke jalan. Juga untuk setiap agen Mossad yang berjalan di samping mereka.”
Selain itu, badan intelijen Israel, Mossad, melalui unggahan media sosial berbahasa Persia, mendorong para perusuh untuk turun ke jalan secara serempak. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa agen Mossad “tidak hanya mendukung dari kejauhan, tetapi hadir langsung di lapangan.”
Ayatullah Khamenei mencatat bahwa pada periode sebelumnya, hasutan terhadap Iran umumnya dilakukan melalui media Amerika dan politisi lapis kedua di Amerika Serikat dan Eropa. Namun, dalam kerusuhan terbaru ini, terdapat perbedaan mencolok.
“Dalam hasutan kali ini, Presiden Amerika Serikat sendiri yang turun tangan dengan mengeluarkan pernyataan, menyemangati para perusuh, bahkan berbicara tentang kemungkinan dukungan militer,” katanya.
Ayatullah Ali Khamenei juga menegaskan, fakta tersebut menunjukkan kerusuhan terbaru merupakan hasutan yang dipicu dan direncanakan oleh Amerika Serikat. “Berdasarkan pengalaman lebih dari 50 tahun, saya menyatakan secara tegas bahwa tujuan Amerika adalah menundukkan Iran,” ujarnya.
Pemimpin Revolusi juga menyinggung sejarah hubungan Iran–Amerika Serikat sejak Revolusi Islam 1979. Menurutnya, dominasi Amerika telah dipatahkan di bawah kepemimpinan Imam Khomeini, namun sejak saat itu Washington terus berupaya memulihkan hegemoni politik dan ekonominya atas Iran.
“Amerika Serikat tidak dapat mentoleransi keberadaan negara dengan karakter, kapasitas wilayah, serta kemajuan ilmiah dan teknologi seperti Iran,” katanya.
Ayatullah Ali Khamenei menambahkan, dalam kerusuhan terbaru, Amerika Serikat menggambarkan para pelaku pembakaran, perusakan properti, dan kekacauan sebagai representasi rakyat Iran. Narasi tersebut, menurutnya, merupakan fitnah besar dan tindakan kriminal terhadap bangsa Iran.
Ayatullah Khamenei lebih lanjut mengatakan, tuduhan keterlibatan Amerika Serikat dan rezim Israel didukung oleh bukti-bukti yang terdokumentasi dengan baik. Beliau juga mengungkapkan, sebagian pelaku kerusuhan telah diidentifikasi, dilatih, dan direkrut oleh badan-badan Amerika dan Israel.
“Mereka diajari cara menyebarkan ketakutan, melakukan perusakan, dan mengacaukan ketertiban umum, serta menerima dukungan finansial dalam jumlah besar. Mereka kemudian tampil sebagai pemimpin,” jelasnya.
Ayatullah Ali Khamenei menutup pidato dengan menyatakan, aparat penegak hukum Iran telah bertindak efektif dan berhasil menangkap sejumlah besar pelaku, termasuk pemimpin dan tokoh kunci di balik kerusuhan dan aksi sabotase kriminal. Beliau mengungkapkan bahwa aparat Amerika dan Israel merekrut, melatih, dan membayar sejumlah besar agen untuk tujuan tersebut.
“Kami tidak akan menyeret negara ini ke arah perang. Namun, kami juga tidak akan membiarkan para penjahat, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional, lolos tanpa pertanggungjawaban,” pungkasnya. [HMP]
