Internasional
Pasukan Israel dan Pemukim Bakar Rumah serta Tutup Sekolah dalam Gelombang Serangan di Tepi Barat
Ahlulbait Indonesia | 19 Januari 2026 — Pasukan Israel bersama pemukim ekstremis meningkatkan serangan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk menutup sekolah, melukai anak-anak, dan membakar rumah warga Palestina. Serangan tersebut terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, menurut laporan Press TV.
Pejabat Palestina dan sumber-sumber lokal menyatakan bahwa pasukan pendudukan Israel melanjutkan operasi militer berskala luas di sejumlah kota, desa, dan kamp pengungsi di Tepi Barat. Operasi tersebut disertai penggerebekan, penangkapan, serta penggunaan kekuatan berlebihan terhadap warga sipil.
Di desa al-Mughayyir, timur laut Ramallah, pasukan Israel melakukan penggerebekan sejak Sabtu siang. Kehadiran militer yang berkepanjangan memaksa penangguhan kegiatan belajar-mengajar dan mengganggu aktivitas harian warga.
Wakil Kepala Dewan Desa al-Mughayyir, Marzouq Abu Naim, mengatakan pasukan Israel menyerang tenda duka untuk Mohammad al-Nasan, seorang anak Palestina berusia 14 tahun yang tewas dua hari sebelumnya. Ia menambahkan bahwa tentara menggerebek sejumlah rumah dan mengubah kediaman Hamza Abu Aliya menjadi pos militer setelah mengusir keluarga tersebut secara paksa di tengah cuaca musim dingin yang ekstrem.
Menurut pejabat setempat, pasukan Israel juga menyerang Nader Abu Aliya, seorang anak penyandang disabilitas, dengan memukulinya dan mencoba memaksanya berjalan meski memiliki keterbatasan fisik. Al-Mughayyir dan desa-desa di sekitarnya di wilayah timur Ramallah berulang kali menjadi sasaran serangan pasukan Israel dan pemukim dalam beberapa pekan terakhir.
Di wilayah lain Tepi Barat, pasukan Israel melakukan penggerebekan dan penangkapan tambahan. Di Ramallah, Qusai Hamad al-Salmi ditangkap dalam penggerebekan subuh di lingkungan al-Tireh. Di Nablus, agen rahasia Israel menahan Asil Munir al-Tayti, mantan tahanan, serta Mohammad Bashir Barakat dalam operasi di kamp pengungsi Balata dan al-Ein, bersamaan dengan penyerbuan ke desa Kafr Qalil.
Di Betlehem, delapan warga Palestina ditangkap di Khalayel al-Louz dan desa Artas. Empat pemuda juga ditahan di Saida, utara Tulkarem. Sementara itu, pasukan Israel menyerbu Qalqilya dan kota Azzun, menembakkan peluru tajam secara membabi buta ke kawasan permukiman dan melukai seorang anak akibat pecahan peluru. Tembakan gas air mata juga menyebabkan sejumlah warga mengalami sesak napas.
Di al-Quds Timur yang diduduki, pasukan Israel menyerbu lingkungan al-Bustan di Silwan. Pada saat yang sama, pemukim Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap komunitas Palestina di wilayah sekitar, membakar rumah dan kendaraan, serta melukai sejumlah penduduk.
Israel juga memerintahkan pembongkaran lapangan sepak bola terakhir di sebuah kamp pengungsi di Tepi Barat. Militer Israel mengklaim fasilitas tersebut dibangun secara ilegal di dekat tembok pembatas beton yang didirikan di wilayah pendudukan.
Selain itu, pemukim bersenjata melancarkan serangan semalaman terhadap komunitas Badui Khallet al-Sidra, dekat kota Mikhmas, timur laut al-Quds yang diduduki. Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan empat warga Palestina, termasuk dua aktivis solidaritas asing, terluka dalam serangan tersebut. Sedikitnya delapan rumah, kendaraan, dan bangunan pertanian dibakar, sementara para penyerang dilaporkan melepaskan tembakan langsung.
Sejak dimulainya perang di Gaza, pasukan Israel dan pemukim meningkatkan kekerasan secara signifikan di Tepi Barat dan al-Quds Timur. Kelompok hak asasi manusia Palestina telah mendokumentasikan ribuan penggerebekan, penangkapan massal, penghancuran rumah, serta serangan pemukim terhadap warga sipil.
Sepanjang 2025 saja, pemukim Israel dilaporkan melakukan lebih dari 4.700 serangan di Tepi Barat, yang menyebabkan kematian, cedera, dan pengusiran paksa terhadap komunitas Badui.
Peningkatan kekerasan di Tepi Barat terjadi bersamaan dengan berlanjutnya perang Israel di Gaza, yang sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 71.500 warga Palestina dan menghancurkan wilayah tersebut secara luas.[HMP/Press TV]
