Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

ABI Perkuat Basis Data lewat Pelatihan Survei Daring

Published

on

Jakarta, 20 Januari 2026 — Ahlulbait Indonesia (ABI) memperkuat kapasitas internalnya melalui Pelatihan Keterampilan Teknis Survei dan Pendataan yang digelar secara daring pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dewan Pimpinan Pusat ABI sebagai bagian dari upaya mendorong pengambilan keputusan organisasi berbasis data.

Pelatihan yang semula menargetkan 40 peserta ini justru diikuti 121 orang. Peserta berasal dari 18 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ABI di berbagai daerah, di antaranya DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, hingga Papua. Sejumlah Lembaga Otonom, seperti Pimnas Muslimah ABI, ABI Responsif, dan Pimwil Pandu Ahlulbait, juga turut ambil bagian.

Kegiatan berlangsung melalui Zoom Meeting sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Format pelatihan dirancang interaktif, memungkinkan peserta berdiskusi langsung dengan narasumber dan fasilitator.

Pelatihan ini menghadirkan Peneliti Senior Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Zainul Hidayat, M.Si. Ia memaparkan berbagai aspek teknis, mulai dari desain survei, teknik pengumpulan data, hingga pengolahan, analisis, dan penyajian data. Materi disampaikan dengan pendekatan praktis, menyoroti tantangan lapangan yang kerap dihadapi dalam kerja-kerja pendataan.

Pendampingan teknis dilakukan oleh dosen Fakultas Biologi dan Pertanian Universitas Nasional, Dr. Morteza Syafinuddin Hammada, yang memfasilitasi simulasi dan praktik langsung penyusunan instrumen survei.

Pelatihan dibuka oleh Wakil Ketua Umum ABI, Ahmad Hidayat. Ia menegaskan pentingnya literasi data bagi organisasi. “ABI akan menghadapi berbagai tantangan yang menuntut ketelitian dalam memperoleh dan menganalisis informasi. Kesalahan membaca data bisa berdampak fatal pada kualitas program dan informasi yang disampaikan kepada publik,” ujar Ahmad. Menurut dia, pelatihan ini menjadi langkah strategis agar kerja-kerja organisasi ke depan berlandaskan ilmu dan keterampilan metodologis yang kuat.

Ketua Departemen Litbang DPP ABI, Sabara Nuruddin, mengatakan pelatihan ini merupakan program awal Litbang pada 2026. Fokus utamanya menyiapkan pengurus yang menangani riset dan pendataan, terutama dalam mendukung penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026. “Penguasaan keterampilan kelitbangan adalah mandat organisasi yang sejalan dengan GBHO dan menjadi fondasi penguatan kelembagaan,” kata Sabara.

Menurut Sabara, peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan berdampak langsung pada efektivitas program. “Program dan kebijakan hanya akan tepat sasaran jika disusun berdasarkan data yang valid,” ujarnya.

Metode pelatihan dirancang partisipatif dan aplikatif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam simulasi pengolahan dan analisis data. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang mencapai tiga kali lipat dari target awal.

ABI berharap pelatihan ini menghasilkan peningkatan kapasitas teknis dan kesadaran metodologis di kalangan pengurus, khususnya di bidang riset dan pengembangan. Dengan kemampuan tersebut, pengurus diharapkan mampu merancang survei secara sistematis, mengelola data secara profesional, serta menyajikan informasi yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.

Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang ABI untuk membangun budaya organisasi berbasis bukti dan pendekatan ilmiah. Melalui penguatan riset dan pendataan, ABI menegaskan komitmennya untuk menjalankan program dan kebijakan yang profesional, responsif terhadap dinamika sosial, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. [LITBANG]

Continue Reading