Sunday , September 22 2019
Breaking News
12 Muharram, Tawanan Karbala Menuju Kufah

12 Muharram, Tawanan Karbala Menuju Kufah

Setelah kesyahidan Imam Husain as, keluarga dari para syuhada menghabiskan malam kesebelas di Karbala. Setelah dhuhur pada hari kesebelas para pasukan tentara Umar bin Sa’ad menguburkan semua tentara mereka yang mati, lalu mengumpulkan Ahlulbait Imam dan anggota keluarga dari para syuhada untuk dibawa pergi menuju ke Kufah.

Baca Infografis: Fase Kehidupan Sayidah Zainab Binti Ali AS

Laskar pasukan Umar bin Sa’ad sengaja membawa para wanita Ahlulbait melintas dari samping tubuh-tubuh para syuhada, dan pada saat itu mereka meratap dan memukuli wajah karena kesedihan. Qurrah bin Qais Tamimi berkata, “Banyak hal yang ada dapat kulupakan, namun perkataan Zainab sa, putri Fatimah binti Muhammad sa tidak akan dapat pernah aku lupakan, yaitu ketika ia melintasi tubuh suci saudaranya Husain yang tergeletak di atas tanah ia berkata:

﴾يا محمداه، يا محمداه! صلى عليك ملائكة السماء، هذا الحسين بالعراء، مرمل بالدماء، مقطع الأعضاء، يا محمداه! و بناتك سبايا، و ذريتك مقتله، تسفى عليها الصبا﴿
﴾قال: فابکت و الله کل عدو و صدیق﴿

“Wahai Muhammad, Wahai Muhammad, para malaikat surga bershalawat kepadamu, Ini adalah Husain tergeletak di padang sahara, berlumuran dengan darah, terpotong anggota badannya! Wahai Muhammad, putri-putrimu menjadi tawanan, keturunanmu terbunuh tertiup angin.” Dia mengutip: Demi Allah, musuh dan teman dibuatnya menangis. [Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld.2, hlm.114; Tārikh Thabari, jld.5, hlm.456]

Pasukan musuh menaikan para tawanan ke atas kendaraan tanpa pelana,[Ibnu Abi al-Hadid, Syarh Nahjul Balaghah, jld.15, hlm.236.] Ketika mereka memasuki kota Kufah, para penduduk keluar untuk melihat mereka, dan para wanita Kufah menangisi mereka, seseorang bernama Khadzlam bin Satir berkata, “Diantara keramaian aku melihat Ali bin Husain as yang di lehernya terikat dengan kedua tangannya diikat ke lehernya.” [Syaikh Mufid, Amāli, hlm.321]

Sampai di Kufah

Tentang waktu kedatangan para tawanan di Kufah tidak didapatkan laporan yang jelas dalam sumber-sumber klasik. Namun, Syaikh Mufid memiliki sebuah ungkapan yang dengan berdasarkan pada perkataan tersebut dapat dikatakan bahwa mereka masuk ke Kufah pada hari kedua belas. [Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld.2, hlm.114]

Baca Kebangkitan dan Perlawanan Thawwabin Pasca Tragedi Asyura

Setelah para tawanan menetap di Kufah, beberapa tawanan berpidato kepada orang-orang Kufah, orang-orang yang berpidato ketika itu adalah:

Imam Sajjad as: Pidato Imam Sajjad di Kufah dalam berbagai sumber dimuat diantaranya adalah dalam buku Mutsir al-Ahzān, Ibnu Nama Hilli. [Mutsir al-Ahzan, hlm.89-90]

Sayidah Zainab sa: Pidato Sayidah Zainab di Kufah dimuat dalam buku Balāghāt al-Nisā oleh Ibn Thaifur Baghdadi (280 H/893). [Ibnu Theifur, Balāghat al-Nisā, hlm.23-24]

Fatimah Sughra: yang dimaksud adalah Fatimah Sughra putri Imam Husain as, dilaporkan bahwa pidatonya dimuat oleh Allamah Thabarsi dalam bukunya al-Ihtijaj. [Al-Ihtijaj, jld. 2, hlm. 105-140] .

Ummu Kultsum putri Imam Ali: Pidato ini dikutip dalam Luhuf Ibnu Thawus. [Luhuf, hlm. 199]

Di Istana Ibnu Ziyad

Para pembunuh Imam Husain as setelah sengaja membawa para tawanan melintasi jalan-jalan dan gang-gang Kufah, mereka dibawa ke istana Ubaidillah bin Ziyad. Dilaporkan, terjadi dialog sengit dan membara antara Sayidah Zainab dan Ubaidillah bin Ziyad. [Thabari, jld.5, hlm.457] Ubaidillah juga mengeluarkan perintah untuk pembunuhan Imam Sajjad as yang mana dengan perantara Sayidah Zainab sa dan kecaman keras dari Imam Sajjad as, Ibnu Ziyad mengurungkan niatnya untuk membunuhnya. [Ibnu A’tsam, kitāb al-Futuh, jld.5, hlm.123; Kharazmi, Maqtal al-Husain, jld.2, hlm.43]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top