Tuesday , June 18 2019
Breaking News
19 Ramadan, Pembunuhan Imam Ali oleh Pedang Beracun Ibnu Muljam

19 Ramadan, Pembunuhan Imam Ali oleh Pedang Beracun Ibnu Muljam

Imam Ali bin Abi Thalib as, khalifah keempat Kekhalifahan Rasyidin dan Imam Syiah pertama, dibunuh oleh seorang Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam pada tanggal 26 Januari 661 di Masjid Agung Kufah. 19 Ramadan, pagi hari ketika memimpin salat subuh, Abdurrahman bin Muljam memukul kepala Imam Ali dengan pedang yang dilapisi racun, dua hari setelah pemukulan, pada tanggal 21 Ramadan 40 Hijriyah (28 Januari 661 M) Imam Ali syahid karena luka-lukanya.[1]

Imam Ali menjadi khalifah setelah terbunuhnya Utsman pada tahun 656. Namun, dia menghadapi tentangan dari berbagai faksi termasuk Gubernur Syam, Muawiyah bin Abu Sufyan. Sebuah perang sipil, yang disebut Fitnah Pertama, terjadi di negara Islam awal yang mengakibatkan penggulingan Khalifah Rasyidin dan berdirinya dinasti Umayyah. Hal ini dimulai ketika Khalifah Utsman bin Affan dibunuh pada tahun 656 dan kemudian dilanjutkan melalui pemerintahan Ali selama empat tahun.[2] Setelah Ali setuju untuk melakukan arbitrase dengan Muawiyah bin Abu Sufyan pada saat Pertempuran Shiffin (657), sebuah pemberontakan terjadi terhadap Imam Ali yang dilakukan oleh beberapa anggota tentaranya, yang kemudian dikenal sebagai Khawarij (mereka yang keluar).[3] Mereka membunuh beberapa pendukung Imam Ali, namun akhirnya mereka dihancurkan oleh pasukan Imam Ali pada Pertempuran Nahrawan pada bulan Juli 658 M.[4]

Abdurrahman bin Muljam bertemu dengan dua orang Khawarij lainnya yaitu Al-Burak bin Abdillah dan Amru bin Bakr at-Tamimi di Mekkah, dan menyimpulkan bahwa situasi umat Islam pada saat itu disebabkan oleh kesalahan Ali, Muawiyah dan Amru bin Ash, Gubernur Mesir. Mereka memutuskan untuk membunuh ketiganya agar menyelesaikan “situasi menyedihkan” pada masa mereka dan juga membalas dendam kepada teman-temannya yang terbunuh di Nahrawan. Bertujuan untuk membunuh Ali, Abdurrahman bin Muljam menuju Kufah di mana dia jatuh cinta pada seorang wanita yang saudara dan ayahnya meninggal di Nahrawan. Wanita tersebut setuju untuk menikah dengannya jika saja dia bisa membunuh Imam Ali. Akibatnya, Imam ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam di Masjid Agung Kufah ketika sedang menunaikan salat Subuh. Setelah kesyahidan Ali, Abdurrahman bin Muljam dihukum mati sebagai pembalasan oleh Hasan bin Ali.[5]

Catatan Kaki
1. Veccia Vaglieri, Laura. "ʿAlī b. Abī Ṭālib.". Encyclopædia of Islam, Second Edition. Brill Online. Diakses tanggal 2016-06-03.
2. Martin Hinds. "Muʿāwiya I". Encyclopaedia of Islam (edisi ke-2nd). Brill. Diakses tanggal 21 September 2014.
3. Higgins, Annie C. (2004). "Kharijites, Khawarij". Dalam Martin, Richard C. Encyclopedia of Islam and the Muslim World v.1. Macmillan.
4. Madelung, Wilferd (1997). The Succession to Muhammad: A Study of the Early Caliphate. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-64696-3.
5. Veccia Vaglieri, Laura. "Ibn Muld̲j̲am.". Encyclopædia of Islam, Second Edition. Brill Online. Diakses tanggal 2016-06-03.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top