Friday , September 20 2019
Breaking News
Aliansi Pencinta NKRI Desak Aparat Usut Tuntas Kasus ANNAS

Aliansi Pencinta NKRI Desak Aparat Usut Tuntas Kasus ANNAS

Bertempat di aula LBH Jakarta, Rabu (28/10) beberapa organisasi masyarakat mengadakan konferensi pers dan menyampaikan pernyataan terkait merebaknya aksi provokasi dan intoleransi di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan guna mendesak aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku.

Kasus terhangat yang dibahas adalah adanya deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) baru-baru ini di Jakarta, sekaligus larangan Walikota Bogor atas peringatan Asyura yang diselenggarakan sebagian kaum Muslim bermazhab Syiah di sana.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Organization of Ahlulbayt for Social Suport and Education (OASE), LBH Jakarta, KontraS, GKI Yasmin dan penghayat kepercayaan.

Salah satu pembicara dari Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen, Amin Siahaan menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya kasus intoleransi dimana-mana. “Kita menyayangkan kasus intoleransi saat ini masih berlangsung. Kita masih ingat ada kasus Tolikara, Singkil, dan tidak jauh dari Ibukota ada deklarasi ANNAS, kemudian pelarangan perayaan ibadah oleh Walikota Bogor terhadap acara Syiah,” tuturnya.

“Bahkan juga di Bogor kita memberikan catatan khusus sebelumnya, dan bahkan masih berlangsung sampai detik ini yaitu penyegelan GKI Yasmin. Dan ini menjadi catatan buruk bagi Bima Arya, menunjukkan bahwa dia bukan seorang pemimpin yang mengedepankan kebhinnekaan,” imbuhnya.

Dari pihak KontraS, Putri mengatakan, “Apa yang dilakukan Bima Arya adalah tindakan diskriminatif.” Menurutnya, pihak yang berwenang harus segera memanggil Bima Arya untuk dimintai keterangan terkait tindakan diskriminatif yang dia lakukan.

Sementara itu, Ferdi Irwandi selaku Sekjend OASE menghimbau secara serius Kapolda Metro Jaya untuk segera mengusut dan mengambil tindakan tegas atas ulah segolongan kelompok intoleran menamakan dirinya ANNAS yang pada 25 Oktober 2015 lalu telah dengan bebas, merdeka, menghasut dan menebar kebencian dan mengundang perpecahan destruktif ke dalam elemen anak-anak bangsa Indonesia. “Kita akan segera membuat pengaduan resmi kepada Kapolda untuk kasus ANNAS dan kita sudah siapkan bukti-bukti lengkap,” paparnya. (Malik/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top