Wednesday , January 29 2020
Breaking News
Anies Baswedan: Guru Pelukis Masa Depan Indonesia

Anies Baswedan: Guru Pelukis Masa Depan Indonesia

Anies Baswedan“Guru adalah pelukis masa depan Indonesia. Jadi, masa depan Indonesia seperti apa ada di tangan para guru” ucap Anies Baswedan di depan 130-an pendidik atau guru Agama Islam se-Indonesia yang tergabung dalam AGPAII (Assosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia) dalam pembukaan Mukernas II Periode Pengurus 2012-2017 pada Sabtu (21/3), di Islamic Center Bekasi yang terletak di jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi.
Mukernas dilaksanakan di ruang perpustakaan Darul Ulum yang terletak di sebelah kanan ruang DKM Masjid Nurul Islam dan pintu masuk menuju Perpustakaan Darul Ulum berhadapan dengan Plaza Ka’bah yang berada di depan Masjid Nurul Islam.
Anies Baswedan juga berpesan pada para guru untuk selalu membicarakan tentang kebaikan dan persamaan dalam kehidupan berbhinneka seperti di Indonesia ini dan bukan membicarakan keburukan atau perbedaan dengan saudara-saudara kita yang lain. Anies Baswedan juga menjelaskan bahwa tugas guru bukanlah hanya mendidik anak didiknya tapi juga harus bisa memberikan inspirasi kepada anak didiknya.
Menyoroti kondisi para guru terutama guru agama yang ada di Indonesia saat ini, Anies Baswedan memberi catatan tiga hal yang harus dibereskan terkait dengan para guru di Indonesia. Ketiga hal tersebut adalah :
1.       Kesejahteraan para guru.
2.       Pemerataan para guru.
3.       Kualitas para guru.
Bagi Anies, kurikulum pendidikan sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Indonesia, namun yang lebih penting adalah kualitas guru itu sendiri.
Guru harus bisa menumbuhkan semangat kebhinnekaan dengan cara membiasakan anak-anak untuk melihat saudara-saudara sebangsa yang berbeda identitas dengan perspektif yang positif sehingga ada pilihan untuk menceritakan sisi baik atau sisi negatif dan kita pilih menceritakan sisi baiknya. Begitu pesan Anies Baswedan kepada para guru yang disampaikan dalam wawancara dengan tim media ABI Press.
Sementara itu terkait dengan kerukunan umat beragama, Anies Baswedan berharap ada penegakan hukum yang tegas terhadap siapa saja yang melakukan tindakan yang merobek tenun kebangsaan kita. Sehingga, kejahatan-kejahatan yang sama tidak akan terulang kembali.
Acara Mukernas yang sejatinya dilaksanakan dua hari yaitu tanggal 22 dan 23 tersebut, ternyata dipercepat dan hanya dilaksanakan sehari saja. Pertimbangannya, sejumlah acara telah dimajukan oleh panitia. Pada jam 21.30 WIB seluruh prosesi acara telah selesai, sehingga keesokan harinya, yaitu Minggu (23/3), seluruh peserta Mukernas, sudah bisa kembali ke daerah mereka masing-masing (Lutfi/Abu Mufadhdhal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top