Friday , December 6 2019
Breaking News
Arbain Kota Ukir

Arbain Kota Ukir

Arbain sebagai peringatan 40 hari pasca syahidnya Imam Husein di Karbala, dilaksanakan oleh umat Islam di sejumlah wilayah di dunia, termasuk di beberapa kota di Indonesia.
 
Begitu juga dengan seribu lebih umat Islam di Kota Ukir, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang melaksanakan peringatan Arbain di Gedung Haji, Jalan. M.T. Haryono Sabtu (13/12) lalu, dan dihadiri Ketua MUI Jepara Dr. H. Mashudi,M.Ag dan Bupati Jepara Ahmad Marzuki.

MashudiDalam sambutannya Ketua MUI Jepara, Mashudi mengingatkan kepada para jemaah agar bersatu untuk menghasilkan kekuatan Islam yang luar biasa. Untuk mewujudkan hal tersebut MUI menurutnya telah membangun komunikasi dengan berbagai golongan yang ada di tengah umat Islam Indonesia.
 
“Dengan bersatu, umat Islam menjadi umat yang kuat meskipun berada dalam masyarakat yang homogen,” terang Mashudi.
 
Bupati Jepara Ahmad Marzuki pun memesankan hal yang sama kepada para jemaah yang hadir pada siang itu. Dia mengajak masyarakat Jepara untuk mengemas perbedaan yang ada di dalam Islam hingga perbedaan tersebut dapat menjadi rahmat Allah bagi semua.
 
Lebih tegas lagi dia melarang menjadikan perbedaan sebagai pijakan untuk terjadinya perselisihan, apalagi hingga terjadi pertengkaran. Sebab, menurutnya, perbedaan pasti ada di tengah umat Islam seperti halnya di masyarakat manapun pada umumnya.
 
“Kita tidak akan dapat terhindar dari perbedaan, maka kita harus bisa mengemas perbedaan itu sebagai rahmat,” tegas Marzuki.
 
NKRI Harga Mati
 
Marzuki menjelaskan bahwa selama ini hubungan antar umat beragama di Jepara terajut dengan baik dan rapi, sehingga tidak ada selisih paham antara golongan atau paham yang satu dengan paham yang lain. Dia juga mengingatkan kepada masyarakat Jepara, bahwa Indonesia bukanlah negara Islam tapi negara Pancasila.
 
“Penganut agama apapun di Indonesia, berhak menjalankan apapun yang terkait dengan ajarannya,” jelas Marzuki. “Semua itu dilindungi oleh peraturan perundang-undangan,” lanjutnya.
 
Apa yang disampaikan Marzuki, diamini oleh Ahmad Hidayat, Ketua Ormas Islam Ahlulbait Indonesia yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk bergabung bersama masyarakat Jepara memperingati Arbain di Gedung Haji.
 
DPP Ahlulbait IndonesiaDalam kesempatan itu Ahmad Hidayat menyampaikan apresiasinya terhadap ketua MUI Jepara dan juga kepada Bupati Jepara yang ikut memperingati Arbain.
Ahmad Hidayat memperjelas posisi Ormas Islam Ahlulbait Indonesia sebagai salah satu Organisasi Muslim Syiah di Indonesia yang diakui oleh negara, merupakan bagian integral dari Muslim secara keseluruhan yang ada di Indonesia. Dan karena itu tentu juga memiliki hak yang sama seperti umat Muslim lainnya untuk dapat dengan bebas menjalankan keyakinan akan cinta kepada Allah dan Rasul beserta Ahlul Baitnya. Untuk itu, Ahmad Hidayat menghimbau agar Muslim Syiah bahu membahu menjalin persatuan demi mengikat persaudaraan di antara sesama hamba-hamba Allah SWT untuk menegakkan agama Allah, berdasarkan kehendak dan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
“Kita tegaskan bahwa Muslimin Syiah Indonesia, menyatakan NKRI harga mati,” tegasnya.
 
Pesan Karbala
 
Peringatan Arbain tentang syahidnya Imam Husein bukanlah narasi tanpa makna yang hanya bermaksud untuk menguras air mata, namun banyak pesan yang terkandung di dalamnya yang belum tersampaikan menyangkut peristiwa Karbala.
 
Ustaz Abdullah Assegaf dalam tausiyahnya di peringatan Arbain tersebut menyampaikan sejumlah pelajaran penting yang dapat diambil. Dengan memperingati peristiwa Arbain maka kita akan dapat memahami inti dari pesan Rasulullah SAW yang disampaikan kepada seluruh kaum Muslimin yang salah satunya adalah “Hendaklah kalian semua berpegang pada akhlak yang mulia.”
 
Peringatan Arbain“Peristiwa Karbala mengajarkan apa arti dari menyempurnakan akhlak,”  jelas Ustaz Abdullah.
 
Lebih jauh diterangkan bahwa bila kita berpegang pada akhlak, maka Islam akan memiliki kehormatan dan kemuliaan. Selain itu, tragedi Karbala juga mengajarkan kepada kita tentang hakikat kesetiaan.

Kemudian Ustaz Abdullah Assegaf menceritakan bagaimana para sahabat dan pengikut Imam Husein tidak selangkah pun meninggalkan Imam Husein dari upaya pembantaian, meski mereka tahu persis bahwa ancaman kematian sudah nyata di depan mata.
 
Demikianlah peristiwa Karbala mengajarkan untuk selalu istiqamah di jalan Allah dan menekan nafsu kita serta mengedepankan syariat Allah SWT dalam situasi apapun, dalam kondisi apapun, meski maut di depan kita.
 
“Karbala mengajarkan bagaimana situasi yang sulit, namun Abi Abdillah menahan diri untuk memulai peperangan,” jelas ustaz Abdullah.
 
Dengan beragam pelajaran yang tersebar pada tragedi Karbala dan hikmah yang terkandung dalam perjalanan kafilah Sayidah Zainab yang ditawan hingga 40 hari pasca tragedi Karbala, maka sudah seharusnyalah peringatan Arbain yang kita peringati setiap tahun mampu membuat para pencinta Ahlul Bait semakin cinta kepada Ahlul Bait yang otomatis juga mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Sehingga kehidupan kita sehari-hari akan mencerminkan sifat-sifat Allah, Rasul dan para Imam Ahlul Bait.  (Lutfi/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top