Saturday , March 28 2020
Breaking News
Ayatullah Taqi Misbah Yazdi: Persatuan Harus Berporos pada Kebenaran

Ayatullah Taqi Misbah Yazdi: Persatuan Harus Berporos pada Kebenaran

Ayatullah Muhammat Taqi Misbah Yazdi  dalam pertemuan dengan sejumlah ruhaniawan dan komandan-komandan Sepah Pasdaran serta Kepolisian yang berlangsung di Yayasan Pendidikan dan Penelitian Imam Khumaini mengatakan, “Dunia terdiri dari macam-macam keberadaan. Karena itu, keberagaman ini menyebabkan banyak sekali perbedaan di antara mereka.”

Beliau menuturkan, “Perbedaan-perbedaan ini mencakup perbedaan antara macam-macam manusia, laki dan perempuan, suku, bahasa, dan lain sebagainya. Dan tentunya, keberagaman ini menyebabkan pertumbuhan mereka. Pada faktanya, perbedaan-perbedaan ini merupakan salah satu dari hikmah Allah Swt. “Poin yang lebih menarik adalah bahwa kebutuhan-kebutuhan umat manusia dijamin bisa terpenuhi melalui keberagaman dalam potensi mereka.”

Ayatullah Misbah Yazdi menjelaskan, “Agama itu satu. Karena itu harus diupayakan agar Muslimin semakin harmonis dan bersatu. Persatuan harus dijelaskan dengan baik di antara masyarakat dan Muslimin. Karena, di antara mereka ada yang menyuarakan baraat (lepas diri) dan laknat, sebagian yang lain menentangnya.”

Beliau menuturkan, “Allah Swt menuntun kita untuk bersatu di poros Tali Ilahi. Dia berfirman, “Wa’ tashimu bi hablil lahi wa la tafarroqu!” (Artinya, “Berpegangteguhlah dengan tali Allah –kalian- semua dan jangan bercerai berai.”). Persatuan itu sendiri bukan hal yang sejati. Melainkan kita harus mengejar persatuan yang berporos pada kebenaran.”

Guru Besar Hauzah Ilmiah Qom ini melanjutkan, “Sekiranya persatuan berarti keikutan minoritas terhadap mayoritas, maka para Nabi Allah Swt pasti menarik diri dari kebenaran. (Tapi faktanya, tidak ada satu pun dari mereka yang demikian). Karena itu, kita harus mengenal kebenaran dan bertindak sesuai parameter-parameternya. Tentunya, dalam kasus perbedaan antar agama mengenai hal-hal cabang dan parsial kita harus menemukan titik-titik kesamaan dan dengan mengajak berpikir serta berdialog kita coba untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan itu secara damai.”

Beliau juga menerangkan, “Dalam hal ini jangan sampai kita biarkan hal-hal cabang dibesar-besarkan sehingga hal-hal yang sejati dan titik-titik kesamaan jadi terlupakan. Persatuan ini merupakan persatuan yang diterima oleh Islam. sebagai contoh, kenapa dua negara Yaman dan Saudi Arabia yang punya satu bahasa, dan dari satu sisi bisa dihitung sebagai saudara, serta punya banyak titik kesemaan tidak bersatu dan berperang seperti itu?”

Beliau kemudian mengisyaratkan kepada tulisan salah seorang penulis Arab yang mengatakan bahwa, “Trump bukan orang gila. Orang gila adalah kita yang membeli senjata seharga 460 miliar dolar untuk membunuh saudara-saudara kita sendiri.” Lalu beliau mengatakan, “Fakta kegilaan yang sebenarnya adalah Saudi setiap hari mencederai dan membunuh ratusan orang Yaman agar dapat memegang tampuk kerajaan barang berapa saat. [WF]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top