Saturday , October 19 2019
Breaking News
BNPB: Mawas Diri dan Kenal Alam, Kunci Hindari Bencana

BNPB: Mawas Diri dan Kenal Alam, Kunci Hindari Bencana

Di penghujung 2014, bencana demi bencana seolah terus menghantui masyarakat Indonesia. Mulai dari tanah longsor, puting beliung hingga banjir, mendominasi pemberitaan media di Tanah Air. Belum kering air mata kita oleh bencana tanah longsor di Banjarnegara Minggu (28/12) lalu, kembali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melaporkan terjadinya longsor di Padalarang, Bandung.

Dalam siaran pers Kaleidoskop Bencana 2014 pada Selasa (30/12), bertempat di Kantor BNPB, Jakarta Pusat, Lembaga Negara ini mencatat 1475 bencana terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 2014 dan mengakibatkan 561 korban jiwa serta 2.654.643 orang harus mengungsi ke tempat aman.

Dengan seluruh bencana yang terjadi selama 2014, Ir. Dody Ruswandi MSCE, selaku Sekretaris Utama BNPB sekaligus pembicara dalam siaran pers, menyatakan pihaknya menanggapi bencana sepanjang 2014 dengan sangat serius. 

Sekretaris Utama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)Bencana alam yang terjadi, menurutnya akibat dua faktor; faktor alam dan faktor manusia. Kadang menurut Dody, manusia yang memiliki ekonomi bagus, dan melakukan pembangunan secara serampangan cenderung akan menghancurkan alam. Dia kemudian mencontohkan bagaimana suatu daerah yang 5 tahun sebelumnya tidak ada rumah, kini sudah menjadi  perumahan.

“Pembangunan yang tanpa memperhatikan alam, ini ancaman juga,”terang Dody.

Untuk itu, Dody menegaskan pentingnya membangun kesadaran manusia untuk lebih mengenal alam tempat mereka tinggal, sehingga akan lebih mudah bagi masyarakat untuk menghindar dari bencana. Sementara alat-alat peringatan dini akan terjadinya bencana hanyalah salah satu sarana untuk dapat mendeteksi bencana.

“Tanpa kesadaran manusia, alat itu tidak berarti apa-apa,”tegas Dody.

Selain faktor manusia, faktor lainnya adalah regulasi pemerintahan setempat harus bisa mendukung masyarakatnya sadar akan potensi-potensi bencana. Sebab menurut Dody, tempat-tempat banjir saat ini, misalnya saja di Bandung, memang sejak dari dulu banjir. Hanya saja pada masa itu tidak ada manusia yang tinggal disana, jadi meski air meluap pun, biasanya tidak akan banyak menelan korban jiwa.

Dody mengingatkan potensi bencana saat ini semakin besar, karena makin banyak didorong faktor alam, seperti halnya perubahan iklim.

Oleh karena itu, penting bagi kita manusia untuk saling menjaga dan menyadarkan diri kita masing-masing serta peduli terhadap saudara-saudara kita di tempat lain yang juga belum tertimpa bencana. (Lutfi/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top