Thursday , September 19 2019
Breaking News
Ayatullah Khamenei Tekankan Kewajiban Mengangkat Isu Dunia Islam dalam Ibadah Haji

Ayatullah Khamenei Tekankan Kewajiban Mengangkat Isu Dunia Islam dalam Ibadah Haji

Ayatullah Sayid Ali Khamenei menekankan keharusan adanya kepedulian kepada isu-isu keumatan dan dunia Islam dalam ibadah haji dalam upaya menunaikan kewajiban menolong kaum tertindas, menggalang persatuan umat, dan keberlepasan diri dari kaum musyrik.

Dalam kata sambutannya saat ditemui oleh rombongan pejabat panitia nasional penyelenggara ibadah haji Iran di Teheran, Rabu (3/7/2019), Ayatullah Khamenei menilai tidak tepat anggapan dan seruan bahwa isu politik tidak semestinya disertakan dalam ibadah tahunan ini.

“Apa arti (seruan) itu? Mewujudkan persatuan adalah isu politik dan pertahanan. Pertolongan kepada bangsa Palestina dan orang-orang tertindas lain di Dunia Islam semisal Yaman adalah aksi politik. Membela kaum tertindas adalah ajaran Islam dan suatu kewajiban. Demikian pula keberlepasan diri dari kaum musyrik yang tergolong kewajiban suci (faridhoh ilahiyyah). Semua ini merupakan bagian dari ajaran agama,” terangnya.

Baca juga Mengapa Kaum Muslimin Sedunia Harus Membela Palestina? 

Dia menambahkan, “Ya, ibadah haji merupakan aksi politik (amal siyasi), namun aksi politik ini memiliki unsur kewajiban religius, sebagaimana larangan terhadap aktivitas politik juga merupakan aksi politik, tapi politik yang menyalahi agama.”

Menurutnya, ibadah haji merupakan “miniatur masyarakat Islam nan luhur dan manifestasi peradaban Islam modern”.

“Ketinggian akhlak, maknawi, dan spiritual, serta ketundukan dan kekhusyukan dalam ibadah haji seharusnya berbanding lurus dengan kemajuan aspek kehidupan materi,” lanjutnya.

Sayid Khamenei menjelaskan berbagai dimensi yang terkandung dalam ibadah haji, dan menekankan bahwa di sisi dimensi spiritual ibadah superkolosal yang mempertemukan umat Islam dari pelbagai penjuru dunia ini terdapat pula “dimensi kehidupan sosial untuk perdamaian semisal persatuan, persaudaraan, dan kesetaraan”, “keterhimpunan para individu di Arafah, Masy’ar al-Haram, dan Mina”, dan “pergerakan, tawaf, dan sa’i” yang semuanya menampilkan manifestasi yang memukau ihwal “akhlak, persaudaran, dan toleransi”.

“Ungkapan sebagian orang ‘janganlah menyusupkan politik pada ibadah haji’ adalah pernyataan keliru, karena dimensi politik pada haji sejalan dengan tuntutan dan ajaran Islam,” tuturnya. (LI/alalam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top