Tuesday , August 20 2019
Breaking News
Pesan Imam Ali Kepada Malik Al-Asytar An-Nakha’iy (Bagian 7)

Pesan Imam Ali Kepada Malik Al-Asytar An-Nakha’iy (Bagian 7)

Memilih Jajaran Hakim

Kemudian pilihlah untuk jabatan sebagai hakim orang-orang yang paling utama di antara rakyatmu, yang luas pengetahuannya dan tidak mudah dibangkitkan emosinya oleh lawannya. Tidak berkeras kepala dalam kekeliruan dan tidak segan kembali kepada kebenaran bila telah mengetahuinya. Tidak tergiur hatinya ketamakan. Tidak merasa cukup dengan pemahaman yang hanya di permukaan saja, tetapi ia berusaha memahami sesuatu sedalam-dalamnya. Mereka yang paling segera berhenti, karena berhati-hati, bila berhadapan dengan keraguan. Yang paling bersedia menerima argumen-argumen yang benar dan yang paling sedikit rasa kesalnya bila didebat oleh lawan. Yang paling sabar menyelidiki semua urusan dan yang paling tegas setelah beroleh kejelasan tentang penyelesaiannya. Yang tidak menjadi congkak bila dipuji dan tidak terpengaruh oleh segala macam bujuk rayu.

Sungguh orang seperti itu amat sedikit jumlahnya. Oleh sebab itu, sering-seringlah mengikuti serta menyelidiki keputusan-keputusan yang dibuatnya. Berilah ia kecukupan penghasilan sehingga meliputi keperluan hidupnya dan hanya sedikit saja kebutuhannya pada manusia lainnya. Berilah ia kedudukan terhormat di sisimu sehingga mencegah siapa saja di antara orang-orang yang dekat kepadamu daripada bersikap tidak wajar kepadanya, dan agar ia merasa aman bahwa tidak seorang pun akan berhasil memfitnahnya di hadapanmu. Perhatikan hal ini dengan saksama, sebab agama ini, beberapa waktu yang lalu, telah menjadi tawanan sekelompok orang-orang jahat, digunakan sebagai pelampias hawa nafsu dan diperalat guna mencapai keuntungan duniawi.[12]

Memilih Pejabat dan Pegawai Negeri

Perhatikan para pegawaimu; jangan mempercayakan suatu jabatan sebelum mereka kau uji. Jangan mengangkat mereka karena ingin mengambil hati mereka ataupun demi kepentingan dirimu semata-mata. Sebab yang demikian itu adalah sumber kezaliman dan pengkhianatan.

Utamakanlah orang-orang berpengalaman, yang memiliki rasa malu, berasal dari keluarga baik-baik dan selalu mantap dalam keislamannya. Mereka itulah yang lebih mulia akhlaknya, lebih menjaga kehormatan dirinya, lebih terhindar dari kerakusan dan lebih jauh pandangannya akan akibat segala sesuatu.

Berilah mereka itu kecukupan dalam pendapatannya. Agar mereka mampu memperbaiki dirinya dan tidak terdorong untuk mengambul sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya. Juga demi menghilangkan dalih mereka, bila nantinya mereka melanggar perintahmu atau menyalahgunakan kepercayaanmu.

Periksalah hasil kerja mereka dan kirimlah pengawas-pengawas dari orang-orang yang kauketahui ketulusan dan kesetiaannya. Pengawasanmu secara rahasia dan terus-menerus atas urusan-urusan mereka, akan menjadi pendorong dalam tugas merka menjaga amanat dan memperlakukan rakyat dengan sebaik-baiknya.

Waspadalah dalam memimpin pembantu-pembantumu. Bila seseorang di antara mereka telah menjulurkan tangannya ke dalam pengkhianatan dan terkumpul bukti-buktinya dengan pasti berdasarkan laporan-laporan para pengawas, cukuplah yang demikian itu bagimu sebagai saksi. Jatuhilah hukuman atas dirinya, sitalah harta yang telah diambilnya, hinakanlah ia dengan menyebutnya sebagai pengkhianat dan “kalungilah” ia dengan kehinaan tuduhan. (MK)

*BERSAMBUNG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top