Monday , April 22 2019
Breaking News
Dakwah Damai dan Pribumisasi Keturunan Ahlulbait di Nusantara

Dakwah Damai dan Pribumisasi Keturunan Ahlulbait di Nusantara

Pasca berdirinya Kerajaan Perlak di Aceh, salah satu tokoh awal yang datang ke tanah Jawa yang tercatat dalam sejarah adalah Sayyidah Fathimah binti Maimun, yang makamnya terdapat di Leran, Gresik.

“Makam Siti Fatimah binti Maimun itu adalah makam kuno yang sudah ada di situ sejak zaman perang Majapahit. Penelitian arkeologi menyebutkan makam itu berasal dari abad ke-10 M. Dari mana tokoh ini? Itu bisa kita kaitkan dengan sumber yang diberikan SQ. Fatimi ketika menyebutkan dalam buku, “Islam Come to Malaysia’ disebutkan bahwa abad ke-9 M ada keluarga-keluarga dari Persia yang melakukan migrasi ke Nusantara, yaitu keluarga Jawana, keluarga Sabankara dan keluarga Lor. Saya kira sampai sekarang di Iran masih ada suku-suku Lor.” (Dr. Agus Sunyoto)

Hasil gambar untuk MAkam siti fatimah di leran, gresik

Makam Siti Fatimah binti Maimun di leran, gresik

Dalam inskripsi batu nisan disebutkan bahwa Siti Fatimah wafat pada bulan Rajab tahun 475 H, yang bertepatan dengan tahun 1082 M. Berdasarkan catatan sejarah, Siti Fatimah bersama rombongan sudah menetap di Leran sebelumnya. Sejumlah sejarawan menduga bahwa rombongan Siti Fatimah berasal dari Kerjaaan Perlak Pesisir yang diserang oleh Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-10.

“Rupanya suku Lor inilah yang menurut tulisan Fatimi tersebut datang ke Jawa. Dia mendirikan tempat namanya Loran. Loran ini adalah tempat kuno yang terletak di kota Kudus sekarang. Kata-kata Lor ini artinya mereka tinggal di wilayah sepanjang pantai utara. Oleh sebab itu tempat dia tinggal kalau tidak disebut Loran pasti Leran.” (Dr. Agus Sunyoto)

Hasil gambar untuk MAkam paman siti fatimah di leran, gresik

Makam 3 paman Sit Fatimah, yaitu Sayid Djakfar, Sayid Syarif, Sayid Kharim.

Sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa para wali yang mendakwahkan Islam pertama kali ke Nusantara termasuk generasi Wali Songo adalah keturunan Ahlulbait Nabi Muhammad Saw. Sebagian datang langsung dari jazirah Arab; sebagian dari Persia, dan sebagian lainnya sempat bermukim dulu di Gujarat, India sebelum ke Nusantara.

“Dari sumber-sumber data sejarah memang semua wali-wali Songo (Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Gunung Jati), kecuali yang masih sedang diteliti yaitu Sunan Kalijaga memang keturunan dari Syeikh Jumadil Kubro. Syeikh Jumadil Kubro punya anak 4. 1) Zainal Barakat yang punya anak Maulana Malik Ibrahim, 2) Ibrahim, Ghazi atau Ibrahim Samarqandi yang punya anak Sunan Ampel, 3) Nur Alam punya anak Abdullah punya anak Sunan Gunung Jati. Lalu Sunan Ampel punya anak Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Bahkan orang tidak pernah tahu bahwa Syeikh Siti Jenar masih keturunan Rasulullah saw” (KH. Dr. Dhiyauddin Qushwandi)

Umum disepakati bahwa 7 dari Wali Songo (yaitu, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Gunung ]ati, dan Sunan Kudus) adalah keturunan Syeikh Jumadil Kubro, yang merupakan seorang keturunan Ahlulbait. Sedangkan Sunan Kalijaga dan putranya Sunan Muria masih dalam perdebatan. Sebagian peneliti menganggap mereka keturunan Nabi dari silsilah lain dan sebagian peneliti lainnya memandang mereka sebagai wali pribumi.

“Ini ada dua pendapatnya. Saya sudah katakan ke jalur ibu ada garis dzuriyatnya, Jamaluddin Husein Akbar, ke ayah pun jika mengikuti Syamsu Dzahirah, Mansur, Abdusyahid, Sunan Kalijogo, Sunan Muria, jadi ada alurnya. Jika tidak mengikuti alur tersebut, mengikuti alur keluarga ayahnya adipati Wilatikto, maka ibunya merupakan keturunan Brawijaya V yang ke Dwi Waltik ke Ahmad Jamaludin Husein Akbar. Maka Saya katakan, mau dibalik ke ibu ada dzuriyatnya ke ayah juga ada dzuriyatnya.” (Taqu Haris M.A)

Menurut KH Dr. Dhiyauddin Qushwandi, tokoh sufi wujudiyyah Syeikh Siti Jenar adalah juga seorang keturunan Nabi melalui saudara Syeikh Jumadil Kubro. “Syeikh Jalaluddin putera Abdullah Azmat Khan putera Abdul Malik bin Alawi bin Muhammad Sohib Mirbath bin Ali Qali Qasam bin Alawi bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali Uraidhi bin Ja’far Shadiq bin Muhammad Bagir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fatimah binti Rasulullah Saw.” (Dr. Dhiyauddin Qushwandi)

Syeikh Jumadil Kubro adalah nama lokal dari Sayyid Jamaluddin Husein Akbar, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Azhamat Khan, yaitu Ahlulbait yang sempat bermukim di India. Beliau adalah generasi ke-11 dari Ahmad bin Isa al-Muhajir, seorang Keturunan Ahlulbait yang hijrah dari Hadhramaut, Yaman.

Sayyid Jamaluddin Husein Akbar bin Abdullah Khan bin Ahmad Syah Jalal bin Abdul Malik bin Alwi Amal Faqih bin Muhammad bin Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Muhajir

Dikutip dari buku Menguak Akar Spiritual Islam Indonesia, Peran Ahlulbait dalam Penyebaran Islam di Nusantara.
Penulis TIM ICRO dan Tim ACRoSS 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top