Tuesday , June 18 2019
Breaking News
Definisi Sunnah dan Ahlusunah (bagian 1)

Definisi Sunnah dan Ahlusunah (bagian 1)

Sunnah

Alquran dan Sunnah Rasulullah Saw adalah landasan dan sumber syariat Islam. Hal ini merupakan kebenaran yang sifatnya pasti dan diyakini oleh umat Islam. Banyak ayat Alquran yang memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah Saw, di antaranya:

  1. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS. Al-Hasyr [59]: 7).
  2. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang berharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzâb [33]: 21).
  3. Barang siapa menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (QS. Al-Nisâ’ [4]: 80).
  4. Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan “kami mendengar dan kami patuh”. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. Al-Nûr [21]: 51-52).
  5. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu Ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al-Ahzâb [33]: 36).

Baca juga Seputar Makna Maula untuk Imam Ali

Jadi, Sunnah Rasulullah Saw merupakan salah satu pedoman bagi umat islam di seluruh dunia. Berdasarkan ayat-ayat Alquran di atas, sudah cukup rasanya untuk membuktikan kebenaran hal ini.

Sunnah terbagi atas tiga macam:

  • Al-sunnah al-qauliyah, yaitu segala ucapan Nabi Muhammad Saw dalam segala bentuk yang berkaitan dengan masalah hukum, seperti riwayat “sesungguhnya segala amal itu diawali dengan niat”
  • Al-sunnah al-fi’liyyah, yaitu segala perbuatan Nabi Saw yang berkenaan dengan hukum seperti perbuatan beliau berwudhu, melaksanakan salat, dan sebagainya. Perbuatan tersebut sekaligus merupakan penjelasan terhadap perintah-perintah syariat yang diucapkannya atau yang tercantum dalam Alquran;
  • Al-sunnah al-taqririyah, yaitu sunnah yang berkenaan dengan taqrir Nabi Saw terhadap perkataan atau perbuatan para sahabatnya. Taqrir bermacam-macam, kadang dari sikap diam beliau ketika melihat perbuatan atau mendengar perkataan sahabat, yang tidak dibantah beliau, yang ditafsirkan sebagai pengabsahan (legitimasi) Nabi. (Ensiklopedi Islam, h.296-297, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 1997)

Dari sini, secara substansial, setiap Muslim yang menjadikan Alquran dan Sunnah berhak mengaku sebagai Sunni.

Kemudian untuk menjelaskan makna Sunnah, bagian ini akan membahas hadis “Kitabullah wa Sunnatiy” yang sering dijadikan dasar bahwa kita harus berpedoman kepada Alquran dan Sunnah Rasulullah Saw. Hadis tersebut berbunyi, bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang jika kamu pegang teguh pasti kamu sekalian tidak akan sesat selamanya yaitu Kitabullah dan Sunahku. Keduanya tidak akan berpisah hingga menemuiku di telaga Haudh.”

Hadis “Kitabullah wa Sunnatiy” ini adalah hadis masyhur yang seringkali didengar oleh umat Islam. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa hadis ini adalah benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Sayangnya hadis “Kitabullah wa Sunnatiy” yang seringkali dijadikan dasar dalam masalah ini adalah hadis yang tidak sahih atau daif.

(Dikutip dari Buku “Syiah Menurut Syiah” Tim Penulis Ahlulbait Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top