Monday , December 16 2019
Breaking News
Dialog Antar Mazhab Balikpapan

Dialog Antar Mazhab Balikpapan

Bertempat di Ballroom Hotel Pacific, Sabtu (24/5) Yayasan Anzal Al Ishlah, sebuah lembaga pendorong persatuan dan pengembangan Muslimin di Balikapapan, menggelar Dialog Antar Mazhab bertema “Merajut Ukhuwah Islamiyah dan Meretas Program Ummat.”

Dialog dihadiri sejumlah tokoh, ulama, akademisi, para petinggi takmir masjid, dan unsur mahasiswa di Balikpapan. Ketua MUI Balikpapan, KH. Muh, Idris, Sekretaris Umum MUI Makasar, Prof. DR. K.H. Muhammad Galib, MA, tokoh masyarakat Dr. H. Andi Syarifudin, Kesbangpol Balikpapan Dr. Sutadi, Msi serta perwakilan dari pihak Kepolisian dan Kejaksaan Balikpapan tampak hadir di acara itu. Sementara dari Jakarta, hadir Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat, Dr. Khalid Al-Walid, MA dan KH. Alawi Nurul Alam Al Bantani, anggota Tim Aswaja Center Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Wakil Ketua PBNU sekaligus Penulis Kitab/Buku-buku Islam, Prof DR. KH. Ahmad Muhaimin Zen, MA. Dari ormas Muhammadiyah, hadir cendikiawan Muslim, DR. H.M. Zuhdi Zaini, MA, sedangkan dari pihak ulama Syiah diwakili Habib H. Ahmad Barakbah Al Husaini, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hadi Pekalogan. 

“Ini kegiatan yang sangat bermanfaat dan mencerdaskan bagi umat Islam,” kata Ketua MUI Balikpapan, Muh Idris, seperti disampaikan moderator  dialog, Nurdin Ismail via telepon kepada ABI Press.

Antusias para peserta dialog itu memang layak diacungi jempol. Tampak dari semangatnya mengikuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung seharian, mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Padahal menurut Nurdin, untuk acara lain biasanya sudah selesai maksimal selepas Zuhur.

Dialog menghasilkan sejumlah kesepakatan berupa poin-poin rekomendasi yang selanjutnya akan disampaikan kepada Walikota Balikpapan. 

Poin-poin rekomendasi itu di antaranya adalah:

1.     Penarikan buku “Mengenal dan Mewaspadai Syiah di Indonesia,” yang selama ini disebut sebagai terbitan MUI Pusat, karena dianggap berpotensi memecah belah persatuan umat Islam.
2.      Penetapan satu Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha, disepakati untuk diserahkan keputusannya kepada LAPAN.
3.      Penerapan program untuk menurunkan angka kemaksiatan di kota Balikpapan.

Nurdin berharap kegiatan ini akan menyuburkan iklim persaudaran dan persatuan di kalangan Muslimin, utamanya di kota Balikpapan. (Lutfi/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top