Monday , June 17 2019
Breaking News
Dinamika Gerakan Pembaharu di Indonesia

Dinamika Gerakan Pembaharu di Indonesia

Membincang gerakan pembaharuan di Indonesia, Majlis Reboan Djohan Effendi dalam diskusi bulanannya mengusung tema “Kerja-Kerja Pembaharuan Islam di Masa Lalu, Kini dan Untuk Masa Depan”, di Senen, Jakarta, Rabu (10/2).

Dr. Neng Dara Affiah M.Si sebagai pembicara, menerangkan bahwa sekarang gerakan pembaharuan dalam Islam mengalami dinamika perubahan yang cukup drastis. Baik dari sisi pelaku maupun dari isu pembaharuan yang diangkat.

“Gerakan pembaharuan dahulu dan sekarang berbeda (modusnya),” ujar Neng Dara.

“Di masa lalu, gerakan pembaharuan cirinya, kebanyakan pionirnya belajar di Makkah, semangatnya kembali ke Quran dan Hadits, menolak Ijma’ dan Qiyas NU, puritan-fundamentalis-konservatif, berbasis daerah, dan membuat lembaga pendidikan, ekonomi, dan membentuk ormas,” terang Neng Dara.

Menurut Neng Dara, gerakan pembaharuan Islam sekarang berubah. Tak lagi puritan.

“Dulu, respon terhadap gerakan pembaharuan datang dari NU. Awalnya adalah dengan Komite Hijaznya yang sebenarnya merupakan respon pada Wahhabisme. Tapi sekarang, pembaharu sudah tidak puritan lagi, seperti JIL, itu kan justru datang dari NU.  JIL itu adalah anak-anak pemikiran Gus Dur,” tandas Neng Dara.

Dalam Muhammadiyah sendiri, gerakan pembaharuan di dalamnya sekarang terbelah, ada yang puritan dan ada yang berkemajuan. Yang satu ikut Muhammad Abdul Wahhab yang puritan, satunya ikut Muhammad Abduh yang modernis.

Neng Dara juga mengkritik gerakan pembaharuan kontemporer yang menurutnya tidak mandiri dan kurang militan.

“Gerakan pembaharuan sekarang kurang militan, dan agak berorientasi pragmatis. Kalo gerakan pembaharuan dulu militan, swadaya, mandiri. Kalou sekarang kan terlalu bergantung pada funding,” kritik Neng Dara.

“Gerakan pembaharuan juga masih main di level cara pikir, belum di level praksis. Soal ekonomi sosial, tanah, air, hak-hak dasar lain yang dijabarkan di ranah konkret,” tambah Neng Dara.

Tantangan lainnya yang dihadapi kelompok pembaharu sekarang adalah isu persatuan umat berupa perbenturan mazhab yang masif sekali propagandanya. Inilah tantangan-tantangan besar yang harus dihadapi oleh gerakan pembaharu Islam di Indonesia. (Muhammad/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top