Sunday , December 8 2019
Breaking News
Dr. Umar Shahab: Syiah Indonesia Moderat dan Pancasilais

Dr. Umar Shahab: Syiah Indonesia Moderat dan Pancasilais

Meski gencar diserang fitnah dan tuduhan-tuduhan hoax, berkat kesabaran dan konsistensi merajut ukhuwah tanpa henti, Muslim Syiah di Indonesia semakin hari semakin diterima masyarakat.

Dialog-dialog ilmiah dan penuh kekeluargaan yang menepis fitnah dan meluruskan dusta seperti yang dinisiasi oleh Ma’arif Institute di kantor pusat Muhamamdiyah adalah salah satu contohnya.

(kedua dari kiri ke kanan) Ahmad Imam Mujahid Rais, Umar Shahab, Hikmawan Saefullah, Dicky Sofjan, Yunahar IlyasDalam Diskusi dan Peluncuran Jurnal Ma’arif dengan tema Syiah, Sektarianisme, dan Geopolitik, Rabu (17/2), Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI) yang menjadi salah satu pembicara, meluruskan banyak tuduhan tak berdasar terhadap Syiah. (Baca juga: Isu Syiah, Produksi Pragmatisme Politik)

Dr. Umar Shahab menjelaskan bahwa Syiah di Indonesia bukanlah warga baru. Sudah sejak dulu Syiah menjadi bagian tak terpisahkan dari bumi Nusantara.

“Keberadaan Syiah di Indonesia bukan baru, bukan setelah revolusi Syiah di Iran, tapi sudah jauh sebelumnya. Bahkan Syiah itu adalah Islam pertama yang masuk di bumi Nusantara,” ujar Umar.

Tiga Kelompok Syiah

Dr. Umar Shahab menjelaskan bahwa secara global, dunia Syiah terbagi menjadi tiga kelompok.

“Syiah itu ada 3 jenis, pertama Syiah yang moderat, seperti Iran atau Hizbullah. Mereka tak pernah lagi bicara soal khilafah, tapi soal ukhuwah Islam dan perlawanan terhadap Zionisme,” terang Umar.

“Kedua adalah Syiah tradisional, yaitu Syiah yang tidak begitu tertarik dengan politik. Dan yang ketiga adalah Syiah intoleran, yang di kalangan internal Syiah disebut sebagai kelompok Syiah takfiri.”

Menurut Dr. Umar Shahab, mayoritas Syiah baik di dunia mau pun di Indonesia adalah Syiah yang moderat.

“Syiah di Indonesia itu mayoritasnya moderat. Yang takfiri itu hanya satu-dua saja,” terang Umar.

“Intinya, mainstream Syiah sudah tak lagi berkutat dengan yang gitu-gituan (isu khilafiyah),” tandas Umar.

Selain itu, Dr. Umar Shahab juga menjelaskan bahwa secara politik, Syiah di Indonesia sangat Pancasilais.

“Di Indonesia itu ada kesepakatan dalam masyarakat Syiah, walau tak tertulis, bahwa pandangan politiknya di Indonesia itu sangat Pancasilais. Yaitu menerima Pancasila sebagai landasan bernegara dan berkehidupan politik di Indonesia,” tegas Umar.

“Hal ini bisa dilihat dengan mudah kalau misalkan Anda masuk dan melihat diskusi-diskusi di komunitas Syiah, di grup-grup media sosial atau di majlas-majlas mereka,” tambah Umar.

Umar Shahab berharap diskusi dan dialog seperti ini terus dilanjutkan agar bisa menepis fitnah dan meluruskan dusta terhadap Syiah. Agar ukhuwah Islam terjalin dan umat tak habis energinya diadu-domba musuh-musuh Islam. (Muhammad/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top