Saturday , February 29 2020
Breaking News
GRUP: Wali Kota Bogor Dukung Gerakan Makar

GRUP: Wali Kota Bogor Dukung Gerakan Makar

Langkah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meresmikan kantor DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di kota Bogor pada 8 Februari 2016 lalu mendapatkan respon serius dari Gerakan Rakyat Untuk Pancasila (GRUP) yang terdiri dari berbagai unsur organisasi masyarakat di kota Bogor, di antaranya adalah GP Anshor, DPD KNPI Kota Bogor, FAM IPB, IPNU-IPPNU dan organisasi lain yang seluruhnya berjumlah 25 organisasi.
 
Mereka menyampaikan pernyataan sikapnya di Taman Topi kota Bogor (11/2) dengan mengutuk keras keputusan Wali Kota Bogor meresmikan kantor Hizbut Tahrir Indonesia di Kota Bogor. Hal tersebut dilakukan karena menurut GRUP, HTI bermaksud untuk mendirikan Khilafah dan tidak mengakui NKRI yang berdasarkan Pancasila. 
 
Ketua GP Anshor kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat  yang biasa disapa Kang Romi sebagai salah satu juru bicara dalam siaran pers menyatakan bahwa GRUP mengutuk dengan keras sikap Bima Arya menghadiri dan meresmikan kantor DPD HTI kota Bogor, sebab hal itu sama saja dengan mendukung perbuatan makar atas Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
“Ini berarti Bima Arya mendukung perbuatan makar atas NKRI,” tegas Romi. “Dan ini jelas-jelas melanggar sumpah jabatan, melanggar konstitusi dan melanggar cita-cita pendiri negara ini.”
 
Selanjutnya, GRUP bertekad melakukan langkah konstitusional dengan menyuarakan aspirasi mereka kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat, pada hari Senin mendatang dan mendorong DPRD Bogor menggunakan hak interpelasi atau hak angket mereka terhadap Bima Arya.
 
“Kita akan melakukan langkah hukum kalau Bima Arya dalam waktu tujuh hari tidak memenuhi permintaan kita,” tegas Romi.
 
Romi berharap Bima Arya segera melakukan penyadaran dan melakukan tugas-tugasnya sebagai Wali Kota Bogor untuk menyejahterakan warga Bogor dan menghentikan segala bentuk pencitraan yang selama ini dilakukannya.
 
Sementara untuk mereka yang berada di HTI, Romi meminta mereka untuk membaca ulang lagi sejarah bangsa ini.
 
Harapan terakhir disampaikan Romi untuk warga Bogor agar selalu waspada terhadap gerakan-gerakan yang ada di sekitar mereka, yang mengatasnamakan agama namun bertujuan mengganggu keutuhan NKRI.
 
“Kami meminta warga Bogor mewaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan agama yang tujuannya hanya ingin merongrong NKRI,” pungkas Romi. (Lutfi/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top