Thursday , September 19 2019
Breaking News
Guru Culik Murid

Guru Culik Murid

Melihat fenomena kekerasan fisik mau psikis terhadap anak-anak rasanya selalu ada godaan untuk menelisik sumber persoalannya. Apakah benar karena persoalan keterjepitan ekonomi semata atau ada masalah lain?

Tak ada yang menghendaki hubungan buruk terjadi antara murid dengan gurunya. Sikap kasar terhadap guru bukan suatu yang diinginkan. Komunikasi dan interaksi dengan derajat etika yang tinggi dan mulia adalah harapan terbesar suatu sistem pendidikan. Sebaliknya, rasa aman murid dalam kasih sayang gurunya amat perlu dijamin.

Sayangnya, dunia pendidikan kita kembali dihantam gelombang yang menyapu kasih sayang menjadi ancaman terhadap murid. Kejadian yang menimpa LB murid Kelas IV sebuah Sekolah Dasar di Malang, Jawa Timur adalah peristiwa baru yang patut disesalkan. Saat jiwanya harus disemai dalam dunia yang penuh damai sang guru, Sobirin begitu tega mengantarnya ke iklim psikologis yang amat mengerikan. Tidak ada dalih yang dapat dibenarkan untuk menjelaskan permakluman atas tindakan itu.

Motif yang belum terungkap itu sesungguhnya sudah dapat diraba sebagai sebuah gejala psikologis yang aneh. Ada penyakit pada terpendam dalam diri guru itu. Memang untuk mengungkapkan secara detail tentu membutuhkan telaah teoretis dan mendalaman yang lebih saksama, namun dengan kelainan ini sudah jelas perlakuan tersebut dapat dianggap sebagai suatu serangan psikis kepada sang murid.

Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi seandainya persiapan dalam rekrutmen guru dilakukan dengan baik sesuai standar kualitas dan kompetensi seorang guru.

Proses rekrutmen hingga seleksi dalam pemberian sertifikat profesi kepada seorang guru kini sudah banyak yang melenceng. Rendahnya kesungguhan untuk menerapkan ketentuan seseorang dapat diterima sebagai guru menjadi pokok masalah. Kebanyakan profesi guru sejak beberapa tahun terakhir tidak dipersiapkan untuk diisi oleh tenaga berkualitas tinggi dilihat dari berbagai segi. Memang ada kompetensi guru yang dihapalkan setiap guru dan peserta uji sertifikasi mengajar, namun bersamaan dengan selesainya pendidikan profesi itu kebanyakan guru disibukkan dengan menghitung tunjangan profesi yang bakal diterima sebagai imbalan sertifikat keguruan tersebut.

Terabaikanlah kompetensi kepribadian. Kepribadian adalah salah satu kompetensi seorang guru profesional yang mencakup standar moral dan etika yang tinggi untuk siap menjadi teladan bagi murid dan masyarakat.

Motif ekonomi boleh jadi berada di balik kejamnya perlakuan guru terhadap siswanya seperti dalam kasus penculikan ini. Akan tetapi dapat juga disebabkan oleh rendahnya standar moral yang mengidealkan keteladanan dibanding kemampuan pedagogis dan kompetensi lainnya.

Peristiwa ini adalah peringatan keras dunia pendidikan. Betapapun semua sekolah harus ramah anak. Jaminan atas keamanan dan kenyamanan anak berada di sekolah ibarat suatu harga mati yang musti melekat pada diri seorang guru tanpa kecuali. Lembaga rekrutmen dan pembuat sertifikat profesi keguruan hendaknya semakin berbenah untuk menihilkan kejadian ini. Semoga kasus ini tidak terulang lagi. (Abu Mufadhdhal/abi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top