Monday , July 13 2020
Breaking News
Gus Solah Baru Tahu NII KW 9 Adalah Al Zaytun Tahun 2008

Gus Solah Baru Tahu NII KW 9 Adalah Al Zaytun Tahun 2008

Jakarta, Tokoh agama Salahuddin Wahid (Gus Solah) yang pernah berpasangan dengan Wiranto dalam Pilpres 2004, menang suara di Ponpes Al Zaytun. Namun dia baru tahu gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 ada sangkut pautnya dengan Al Zaytun tahun 2008.

“Kami (Wiranto-Gus Solah) memang pernah menang suara di Al Zaytun, tapi saya tidak pernah tahu ponpes itu ada kaitannya dengan NII atau tidak,” kata Gus Solah. Menurut Sekretaris Gerakan Tokoh Lintas Agama ini,  NII KW 9 sudah lama ia ketahui, tepatnya tahun 2008 setelah ada dialog terbuka mengenai kehadiran NII yang meresahkan masyarakat di kantor sekretariat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam dialog itu, dihadirkan keluarga korban yang pernah dicuci otak.

“Beberapa keluarga korban datang dan menyampaikan orang yang dicuci otaknya disuruh mencari uang. Mereka bilang NII KW 9 adalah Al Zaytun. Saya baru tahunya ya saat itu,” jelasnya.

Gus Solah empat kali bertemu dengan pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. Terakhir tahun 2010 setelah Panji Gumilang ziarah ke makam Gus Dur di kawasan pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

“Panji orangnya tinggi besar dan gagah, dia mampir ke rumah setelah ziarah ke makam Gus Dur,” ujar Gus Solah. Dia tahu ponpes yang didirikan Panji memiliki ribuan santri namun dia belum pernah berkunjung ke sana.

Dalam pertemuannya dengan Panji, Gus Solah tidak menanyakan kebenaran gerakan NII KW 9 dalam tubuh ponpes Al Zaytun. Mereka hanya membicarakan masalah agama pada umumnya.

“Saya kan bukan polisi yang bisa menginterogasi masalah kabar NII. Dia hanya silaturahmi jadi bicara hal-hal umum saja, tidak sampai dalam. Tidak bicara masalah ideologi juga. Tapi menurut saya mestinya dia tahu namanya sedang dikait-kaitkan dengan NII,” terangnya.

Mengenai NII KW 9, Gus Solah meminta pemerintah lebih tanggap merespons. Pemerintah juga harus mengklarifikasi benarkah NII merupakan kerjaan intelijen atau bukan.

Sementara itu, Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta masyarakat tidak khawatir dan media tidak perlu membesar-besarkan masalah NII KW 9. Dia juga menangkis intelijen dan militer sengaja membina NII KW 9 yang sering dikaitkan dengan Al Zaytun, sebuah ponpes megah di Indramayu, Jabar. detikcom

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top