Saturday , February 29 2020
Breaking News
Habib Lukman, Duka Kami Kau Tinggalkan

Habib Lukman, Duka Kami Kau Tinggalkan

Pemakaman Habib Lukman BilfaqihWafatnya Habib Lukman Bilfaqih, Ketua DPW Ahlulbait Indonesia Kalimantan Timur pada Minggu malam (9/2) kemarin menyisakan duka mendalam bagi para pencinta Ahlulbait di bumi Borneo. Kini mereka telah benar-benar kehilangan sosok panutan, guru, sekaligus ‘ayah’ bagi masyarakat Muslim Balikpapan itu.

Ketua Yayasan Az-Zahra Balikpapan, Doni Kusuma Wardhana menyebutkan bahwa Habib Lukman Bilfaqih sempat dirawat 5 hari di Rumah Sakit Pertamina. Beliau didiagnosa dokter terkena stroke. Malam harinya, sekitar pukul 23.00 WIB, Habib Lukman menghembuskan nafas terakhirnya.

Doni menyebutkan, ia merasa sangat kehilangan sosok Habib Lukman yang tak hanya dianggap sebagai guru, tapi juga ayah ini. “Kita sangat kehilangan sosok beliau. Saya kenal beliau sudah 15 tahun. Beliau itu seorang pejuang, seorang aktifis. Beliaulah yang selalu mengajari kita untuk selalu menjalin silaturahmi dengan semua kalangan.”

Jenazah dishalati di Masjid Shahibussalim, Jl. MT. Haryono No. 100 Ring Road Balikpapan. Acara dihadiri oleh Walikota Balikpapan, Ormas Ikatan Mubaligh Balikpapan (IKMAL), Laskar Anti Korupsi (LAKI), Jamaah pengajian Az-Zahra, dan masyarakat sekitar.

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi yang hadir dalam prosesi pemakaman juga menyatakan kesedihan mendalam dan rasa kehilangannya atas kepergian sosok Habib Lukman yang dihormatinya ini. Usai dishalati, jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Umum Perum Bumi Damai Sentosa.

Putri ketiga Habib Lukman, Fahria Bilfaqih dalam keterangannya via telepon juga menyatakan kesedihan mendalamnya atas wafat ayahandanya ini. Dengan suara tersedu menahan tangis, Fahria menceritakan bagaimana ayahandanya sangat mencintai keluarga semasa hidup.

“Sedih sekali saya ditinggal Abah… Abah itu baik sekali, sangat perhatian ama keluarga. Cucu-cucunya diperhatiin terus. Abah juga gak pernah nyusahin orang. Kerjaan dikerjain sendiri. Tak pernah nyuruh-nyuruh orang lain…”

Habib Lukman tak hanya dikenal ramah dan supel dalam hidupnya, serta tak pernah membeda-bedakan orang. Beliau juga sangat dikenal masyarakat sebagai sosok yang sangat peduli dengan lingkungan sosialnya. Doni menyebutkan baru-baru ini beliau mengadakan bakti Sunatan Massal 220 anak kurang mampu, pergi ke Manado mendirikan Posko Bencana, dan hari ini pun adalah hari dikirimnya bantuan yang berhasil beliau kumpulkan dari para dermawan untuk korban bencana di Manado.(Muhammad/Yudhi)

Selamat jalan ya Sayyidi.

One comment

  1. nur ihsan (jacko)

    Inna lillahi wa inna ilayhi Rojiuun… tidak ada yang abadi kecuali wajah ALLAH Azza wajalla… kami turut berbela sungkawa atas wafatnya Sayyid Luqman Bilfaqih… Beliau adalah guru, orang tua dan abang bagi kami baik secara pribadi maupun dalam kelembagaan.. kesedihan hati yang tak terperi dengan kepergian orang yang dekat dihati.. hanya ratap tangis dari kejauhan dalam suara sayup merambat ruang yang membentang. langkah kakipun terhenti tak kuasa melawan keterbatasan.. jasadmu tak dapat kudekati… pusaramu tak bisa kuhampiri… rangkaian doa tercurah dalam bait-bait yang terukir namamu.. guruku, orang tuaku, saudaraku…
    Kini engkau telah terlepas dari peliknya dunia…
    Kini sangkar itu tak lagi mampu menahanmu…
    Kini dunia tak lagi bisa memenjarakanmu…
    kini dunia menangis karena kepergianmu…
    dan kisah perjuangamu akan senantiasa didengar…
    …ini adalah kehendak Tuhanmu yang memanggilmu kembali kepada-Nya.. padahal kami ingin menahanmu lebih lama untuk selalu berada disisi kami…
    Selamat jalan yaa Habibi… Rahmat Allah SWT dan Syafaat Rasulullah SAAW dan Aimmah AS menjadi penghibur dalam perjalananmu
    = dari kami yang hanya dapat bercerita tentangmu =
    Terakhir saya bertemu dengan Sayyid Luqman Bilfaqih, pada saat beliau pulang dari ziarah di Irak dan membawakan saya oleh-oleh dari perjalanan ziarahnya…
    Sebelum Beliau berangkat ziarah, kami berdua bercerita berbagai persoalan kelembagaan, disela-sela cerita tersebut.. Beliau mengatakan kepada saya, tentang keinginannya bisa wafat dalam perjalanan ziarah tersebut, namun saya mengatakan.. Yaa Habibi.. jalan perjuangan masih panjang, kita sedang diperhadapkan dengan persoalan baru yang mesti diselesaikan (waktu itu komunitas ahli bayt di Indonesia mendapat berbagai tekanan mulai dari kasus sampang, persoalan yang melanda yayasan Rausyan Fikr Jogja, dan juga tekanan yang bakal dihadapi oleh yayasan Azzahra Balikpapan, akibat atau dampak dari berbagai kasus ditanah air)… sehingga kehadiran beliau masih sangat diperlukan…
    pada waktu beliau masuk rumah sakit, beliau sempat mengabari via sms tentang keadaanya tersebut… saya mencoba memastikan kepada Ketua Yayasan Az-Zahra Balikpapan, kalau sakitnya beliau tidak terlalu mengkhawatirkan dan kamipun sempat saling bercanda via sms… namun ternyata 5 (lima) hari sejak sms terakhir tersebut… kabar duka menghampiri ruang pesan saya… ternyata Allah SWT berkehendak lain dari apa yang kami kehendaki dan kami mustahil melawan kehendak Allah SWT… Kami mencintai dan menginginkan Sayyid Luqman Bilfaqih tetap bersama kami, namun Allah SWT lebih mencintai dan menghendaki Beliau kembali kesisi-Nya…
    selamat jalan Guruku…
    selamat jalan Orang tuaku…
    selamat jalan Abangku…
    titip salam kami kepada Datukmu Rasulullah SAAW dan A’immah as, serta Sayyidah Zahra as
    sampaikan salam kami kepada saudaraku Burhan dan Ali Ar. Bajuber…
    dari murid, anak dan adikmu… (ihsan jacko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top