Tuesday , February 25 2020
Breaking News
IC-THuSI: Membangun Ilmu Sosial dan Kemanusiaan Berbasis Islam

IC-THuSI: Membangun Ilmu Sosial dan Kemanusiaan Berbasis Islam

IC-THuSI atau International Conference on Thoughts on Human Science in IslamKetergantungan umat Islam terhadap teori-teori Barat untuk menyelesaikan permasalahan sosial saat ini, mendorong dilaksanakannya IC-THuSI atau International Conference on Thoughts on Human Science in Islam, yaitu konferensi internasional tentang ilmu-ilmu kemanusiaan dalam perspektif Islam.

Konferensi IC-THuSI yang pertama ini, dilaksanakan di Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Rabu, 19 November 2014.

Dalam konferensi tersebut dipresentasikan 79 karya ilmiah oleh professor dan scholar yang berasal dari 15 negara, di antaranya adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Iran, Qatar dan Kanada.

Sementara itu para professor yang hadir antara lain adalah Prof. Dr. Masudul Alam Choudhury, Prof. Dr. Khosro Panah, Prof. Dr. Farid Alatas, Prof. Dr. Amin Abdullah, Prof. Dr. Ali Akbar Rashad, Prof. Dr. Ahmad Fadzel Yousif dan masih banyak professor dan ilmuwan lainnya.

Husain Heriyanto, Ketua Panitia IC-THuSI menegaskan bahwa konferensi ini bertujuan untuk memberdayakan umat Islam secara teologis dan secara praktis, sehingga umat Islam dapat berperan aktif menyikapi permasalahan sosial yang muncul di tengah masyarakat.

“Kita harus membangun ilmu-ilmu sosial, ilmu-ilmu kemanusiaan yang berbasiskan Islam,” terang Husain.

Menurut Husain, teori-teori sosial dan kemanusiaan dari Barat yang sering menjadi rujukan para pemikir untuk memecahkan masalah sosial tidak selamanya selaras dengan nilai-nilai yang ada di dalam Islam. Maka diperlukan upaya membangun masyarakat Islam dengan ilmu-ilmu sosial yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

“Kita harus produktif, kreatif, produktif melahirkan perkembangan keilmuan yang didasarkan oleh kekayaan tradisi ajaran kita sendiri,” tegas Husain.

Konferensi yang dilaksanakan selama dua hari, 19 dan 20 November 2014 ini, diharapkan menjadi tonggak kebangkitan para pemikir Islam untuk membangun teori sosial dan kemanusiaan yang mengandung nilai-nilai ajaran Islam.

“Ini merupakan tantangan bagi sarjana Muslim,” pungkas Husain. (Lutfi/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top