Thursday , October 18 2018
Breaking News
Ilmuan Palestina Dibunuh di Malaysia

Ilmuan Palestina Dibunuh di Malaysia

images (11)Ilmuwan dan peneliti asal Palestina Fadi Muhammad Al-Batsh (35) dibunuh dua pria tidak dikenal saat hendak melaksanakan shalat subuh di Kuala Lumpur, Sabtu (21/4) dini hari.

Organisasi pro Palestina ternama di Malaysia seperti MAPIM meyakini pembunuhan Fadi telah direncanakan, pasalnya pelaku tidak melakukan tembakan secara acak namun menargetkan dengan jelas kepada korban dengan 10 kali tembakan.

“Pembunuhan terhadap warga Palestina di berbagai dunia banyak dilakukan oleh intelijen Israel, Mossad,” tulis MAPIM dalam sebuah pernyataan.

Harian Star Malaysia mengutip laporan kepolisian setempat menulis, Fadi sedang menuju shalat subuh ketika dua pria tidak dikenal berkendara sepeda motor dan melepaskan tembakan ke arah korban yang menyebabkan dirinya meninggal seketika.

Fadi yang berasal dari Gaza adalah imam masjid dan banyak menerima penghargaan selama di Malaysia. Saat ini, ayah dari tiga orang anak itu adalah pengajar di salah satu universitas swasta di Malaysia.

Dari 10 peluru yang ditembakkan, hanya 4 yang berhasil mengenai korban. Meskipun begitu, korban meninggal seketika. Investigasi kepolisian masih terus berlanjut.

Tidak hanya MAPIM, gerakan perlawanan Jihad Islami di Gaza juga meyakini Mossad berada di balik penembakkan Fadi.

Baca juga: Kejahatan-kejahatan Israel di Tanah Palestina

Menurut laporan Tempo, mengutip sumber dari The Wall Street Journal, Sabtu, pembunuhan tersebut berlangsung hanya sehari setelah Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz, memperingatkan Hamas, penguasa Jalur Gaza, Israel akan melakukan pembunuhan terarah jika kelompok itu mengancam para komandan Israel.

Ketegangan antara Israel dan Hamas meningkat dalam beberapa pekan ini menyusul unjuk rasa warga Palestina di pagar perbatasan yang memisahkan Gaza dengan wilayah Israel.

Unjuk rasa tersebut menimbulkan korban jiwa. Sedikitnya 37 orang tewas akibat hantaman peluru tajam pasukan Israel, sedangkan 4.500 korban lainnya mengalami luka-luka,” tulis The Wall Street Journal. (Mina/Tempo/MZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top