Monday , September 24 2018
Breaking News
 Imam Husain as dalam Ucapan Nabi saw

 Imam Husain as dalam Ucapan Nabi saw

Kesabaran Imam Husain as

Dikisahkan bahwa Imam Ali bin Husain as berkata, ”Husain biasa berkata, ‘Jika seseorang menghinaku di telinga kananku dan kemudian meminta maaf karenanya di telinga kiriku, aku pasti akan menerima maafnya karena aku mendengar Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as meriwayatkan sebuah hadis dari kakekku Nabi saw bahwa, 13

‘Tidak akan melewati Telaga Haudh orang yang tidak diterima alasannya, apakah itu dari orang yang hak atau dari yang batil.’.

Diriwayatkan bahwa salah seorang budak Imam Husain as telah melakukan suatu pelanggaran yang mengharuskan kedisiplinan. Imam as memerintahkan bahwa budak itu harus dihukum atas pelanggarannya tersebut. Budak itu memohon ampun kepada Imam Husain as. Dia berusaha menghimbau kepada Imam as dengan mengutip ayat-ayat al-Quran. Dia berkata, “Wahai Junjunganku! Allah Ta’ala telah mewahyukan, ‘… Dan orang-orang yang menahan amarahnya…” 14 Imam menjawab, ”Biarkan dia pergi, aku telah menahan amarahku.” Budak itu melanjutkan, ‘… Memaafkan (kesalahan) orang…” Beliau berkata, “Aku telah mengampunimu.” Budak itu lebih lanjut memohon, ‘… Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” Beliau berkata, ”Engkau dibebaskan di jalan Allah.” Setelah ini, Imam as memerintahkan agar hadiah yang bagus dan menyenangkan diberikan kepada budak yang dimerdekakan tersebut. 15

 Imam Husain as dalam Ucapan Nabi saw

Pada sanad riwayatnya sendiri, Bukhari mengutip Na’im yang mengatakan,”lbnu Umar ditanya, ‘Apa hukum seorang muhrim (orang yang mengunjungi rumah Allah yang suci dan sakral) yang membunuh seekor alat?” lbnu Umar menjawab, ‘Orang-orang Irak Iebih peduli untuk bertanya tentang membunuh lalat [sementara] mengabaikan fakta bahwa mereka membunuh putra dari putri Nabi as.’ Kemudian dia menambahkan,‘Rasulullah saw bersabda,’Hasan dan Husain adalah bunga beraroma harumku di dunia ini.” 16

Pada sanad riwayatnya sendirl, Hakim Naisaburi mengisahkan bahwa,”Salman Farisi berkata, ’Nabi saw biasa bersabda,

‘Hasan dan Husain adalah dua orang anakku. Barangsiapa mencintai mereka sesungguhnya telah mencintaiku. Barangsiapa mencintaiku dicintai oleh Allah dan barangsiapa yang dicintai Allah akan masuk surga. Barangsiapa yang membenci keduanya sesungguhnya telah membenciku. Barangsiapa yang membenciku dibenci oleh Allah, dan barangsiapa yang dibenci oleh Allah akan dilemparkan ke dalam api neraka.”  17

Juga dengan sanad riwayatnya sendiri, Hakim Naisaburi telah meriwayatkan bahwa, ”Ibnu Umar berkata, ‘Rasulullah saw bersabda,

‘Hasan dan Husain adalah Penghulu pemuda surga dan ayah mereka lebih baik daripada keduanya.” 18

Dengan sanad riwayatnya sendiri, Tirmizi mengutip dari Yusuf bin lbrahim dari Anas bin Malik, ”Nabi saw ditanya tentang siapa di antara Ahlulbait as yang lebih dicintainya. Dia menjawab, ‘Hasan dan Husain.’ Nabi saw biasa berkata kepada Fathimah as, ’Bawalah dua anakku kepadaku.’ Kemudian dia akan mendorong mereka ke dadanya dan mencium aroma harum mereka.” 19

Ya’la bin Murrah mengatakan, ”Nabi saw dan aku meninggalkan rumah untuk menghadiri pertemuan jamaah yang mana kami diundang ke sana. Sepanjang jalan, Nabi saw menatap Husain. Dia sedang sibuk bermain. Nabi saw bergegas mendekati Husain as dan merentangkan tangannya terbuka lebar untuk memeluknya, namun Husain as menggoda dengan terus berlari dari sisi ke sisi dengan main-main. Keduanya mulai tertawa. Akhirnya, Nabi saw berhasil menangkap Husain as. Dia meletakkan salah satu tangannya di bawah dagu Husain as dan yang satunya di kepalanya. Akhirnya, mereka saling memeluk dan mencium satu sama lain. Nabi saw kemudian bersabda, 20

’Husain dariku dan aku dari Husain. Allah mencintai siapa yang mencintai Husain. Hasan dan Husain adalah dua orang cucuku.” 21

Yazid bin Abi Yazid berkata, ”Rumah Fathimah as terletak di sepanjang jalan Nabi dari rumah Aisyah. Suatu hari, ketika Nabi saw tengah meninggalkan rumah Aisyah, dia mendengar Husain as menangis. Rasulullah saw bersabda, ‘Duhai Fathimah. Bukankah engkau tahu bahwa aku terganggu dan sedih apabila aku mendengar dia menangis?” 22

Hakim Naisaburi mengisahkan bahwa dia secara pribadi mendengar Abu Hurairah berkata, ”Aku melihat Rasulullah merangkul Husain. Dia terus berkata, ‘Ya Allah! Aku mencintainya. Cintailah dia juga!” 23

(di kutip dari Buku “Asyura dan Kebangkitan Imam Husain” Ali Ashghar Ridwani)

Catatan kaki:

  1. Rabi’ al-Abrar, hal.210.
  2. Shifat al-Shafwah, jil.1, hal.321; Usd al-Ghabah, jil.3, hal.20, cetakan Mesir.
  3. Al-Isti’ab, jil.1, hal.393.
  4. Tarikh Thabari, jil.5, ha1.421.
  5. Zarandi, Nazhm Durar al-Samthain, hal.209,
  6. QS.A11’Imran [3]: 134.
  7. Hadhrami, Wasilah al-Ma’al, ha1.183.
  8. Shahih Bukhari, jil.5, hal.33, Kitab tentang Fadhail al-Shahabah (Kebajikan para sahabat), Bab tentang Manaqib al-Hasan wa al-Husain (Keistimewaan Hasan dan Husain)
  9. Hakim Naisaburi, al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain, jil.3, hal.166. 18 Md., hal.167.
  10. Ibid., hal. 167
  11. Tirmizi, al-Sunan,jil.5, hal.323, hadis ke-3861.
  12. Thabrani, al-Mu’jam al-Kabir, jil.22, hal.274; Allamah Hindi, Kanz al-Ummal, jil.13, hal.662; Ibnu Asakir, Mukhtashar Tarikh Dimasyq, jil.14, hal.150.
  13. Kami menafsirkan kalimat ’Husain adalah dariku dan aku dari Husain’ sebagai berikut. Bagian pertama dari hadis ini yang mengatakan ‘Husain adalah dariku’ bermakna bahwa Husain as diturunkan dari dan merupakan produk dari Nabi Allah saw. Meskipun ayah biologisnya adalah Ali bin Abi TsaIib as, penggunaan kata secara eksplisit dari ayat al-Quran tentang Mubahalah jelas menyatakan bahwa Imam Ali as adalah bagian dari jiwa Nabi Allah. Karena alasan ini, Imam Husain as dianggap benar sebagai putra Nabi saw. Mengulas bagian kedua dari hadis yang menyatakan ‘Dan aku berasal dari Husain,’ dapat dikatakan: Setelah memproklamasikan misi kenabiannya, Rasulullah saw tidak dapat dianggap sebagai orang biasa lagi. Sebaliknya, dia dipandang sebagai seorang manusia dengan misi Ilahi. Nabi Allah saw adalah lambang dari misi kenabian. Hidupnya adalah misi kenabiannya dan misi kenabiannya adalah hidupnya. Di samping itu, kita semua tahu bahwa setiap ayah berusaha untuk memiliki seorang anak yang akan menggantikannya, memertahankan karakter ayahnya, dan melindungi serta menghidupkan kembali misinya. Anak adalah orang yang dibebani dengan tugas untuk melanjutkan cara ayahnya. Mengenai Imam Husain as, alasan mengapa Nabi saw bersabda, ‘Aku dari Husain’ adalah bahwa bangkitnya dan syahidnya Husain as menjaga tetap hidup misi Nabi saw. Karena alasan ini, Nabi Allah saw memberikan kehormatan ‘Aku dari Husain’ kepada dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa kelangsungan misi kenabian tergantung pada Husain as. Untuk alasan inilah sehingga dikatakan, ”Islam terjadi melalui Muhammad saw dan bertahan melalui Husain as.”
  14. Majma’ al-Zawaid, jil.9, hal.201.
  15. Hakim Naisaburi, aI-Mustadrak ‘ala al-Shahihain, jil.3, hal.177

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top