Friday , September 20 2019
Breaking News
Islam Agama Cinta

Islam Agama Cinta

Islam adalah agama cinta. Ajaran-ajaran Islam penuh dengan ajaran kasih, kedamaian, dan cinta. Namun belakangan ini, muncul kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam namun menampakkan wajah yang berkebalikan dengan ruh rahmatan lil alamin Islam.

Inilah kiranya yang menjadi kekhawatiran duo penulis buku Agama Cinta jebolan pesantren ini, Alamsyah M. Dja’far dan Ahmad Nurcholis.

“Maraknya kekerasan yang mengatasnamakan agama membuat kami prihatin,” ujar Nucholis, saat ABI Press wawancarai usai acara Bedah Buku Agama Cinta, Menyelami Samudera Cinta Agama-Agama di Gramedia Matraman, Kamis (11/6).

“Kebetulan kami berasal dari latar belakang pesantren, memang di Islam ada yg mengajarkan jihad, perang, tapi itu bagian kecil Alquran, juga ada asbabun nuzul-nya, ada konteksnya. Paling banyak dari sekian banyak ajaran Islam itu bagaimana kita toleran, penuh cinta kasih, dan kedamaian,” imbuh Nurcholis. “Itu yang mendorong kita menulis buku ini.”

Salah satu pembahas, Pendeta Dr. Albertus Patty, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, sangat mengapresiasi hadirnya buku ini.

“Buku ini merupakan sumbangan besar bagi peradaban dan kemanusiaan,” ujar Patty. “Tak hanya menuliskan ajaran cinta dalam Islam, ia juga menuliskan ajaran cinta dalam Nasrani.”

Puncak Agama adalah Cinta

Pengasuh Pesantren Dar at-Tauhid Cirebon, KH. Husein Muhammad yang juga hadir sebagai pembahas buku pun sangat mengapresiasi buku yang menebarkan cinta ini.

“Puncak dari pengetahuan itu adalah cinta,” ujar Kiai Husein. “Begitu juga, cinta itu adalah puncak dari agama. Saya bahkan mengidentifikasikan agama adalah cinta itu sendiri.”

“Orang-orang yang beragama tapi tidak menunjukkan cinta, tapi justru kebencian, adalah orang yang kurang dalam beragama, belum mendalami agama,” lanjut Kiai sepuh ini menanggapi kelompok-kelompok takfiri dan garis keras.

Menurut Kiai Husein, ada dua hal kunci dalam membentuk keberagamaan bernapaskan cinta ini. “Pertama, para pemimpin agama yang seharusnya bisa memberi pandangan-pandangan kasih. Kedua bagaimana proses pendidikan di sekolah-sekolah mengajarkan tentang cinta-kasih. Tidak semata-mata hukum formal, hitam-putih. Sebetulnya agama adalah nilai moral itu sendiri. Ini yang kurang diberikan,” pesan Kiai Husein. (Muhammad/Yudhi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top