Saturday , March 23 2019
Breaking News
Kedudukan Salat Jumat

Kedudukan Salat Jumat

Langkah pertama yang Rasulullah saw lakukan setelah hijrah ke Madinah ialah mendirikan salat Jumat.

Salat Jumat adalah salat yang seruannya kepadanya dimulai dengan ungkapan, Wahai orang-orang yang beriman.

Salat Jumat adalah salat yang manusia didorong untuk melaksanakannya dengan ungkapan, maka segeralah kamu mengingat Allah.

Salat Jumat adalah salat yang dalam hadis dikatakan seukuran ibadah haji, ”Kalian harus mengerjakan salat Jumat, karena ia adalah ibadah hajinya orang-orang miskin.” (Al-Yahdzib, jil. 3, hal. 237)

Salat Jumat adalah salat yang khotbahnya adalah doa yang mustajab. (Wasa’il al-Syiah, jil. 5, hal. 46.)

Menganggap remeh salat Jumat termasuk tandatanda munafik.

Salat Jumat adalah salat ketika imam Jumat wajib kepada masyarakat untuk bertakwa kepada Allah.

Salat Jumat adalah salat ketika masyarakat tahu masalah-masalah dunia.

Salat Jumat adalah salat yang wajib dilaksanakan secara berjamaah, tidak dapat dilaksanakan secara munfarid.

Salat Jumat adalah salat yang dianjurkan untuk memberi kemudahan kepada para tahanan supaya dapat menghadirinya. (Wasa’il al-Syiah, jil. 5, hal. 36.)

Salat Jumat adalah salat yang dianjurkan menunda bepergian supaya dapat menghadirinya. Imam Ali as dalam suratnya kepada Harits Hamdani berkata, ”Jangan engkau bepergian pada hari lumat supaya dapat menghadiri salat Jumat. Kecuali bepergian di jalan Allah atau untuk suatu pekerjaan yang engkau dimaafkan”. (Nahj al-Balaghah, surat 69.)

Baca juga: Pentingnya Hari Jumat

Salat Jumat adalah salat yang kalian dianjurkan sejak sehari sebelumnya untuk mempersiapkan diri menghadirinya. Imam Ali as melarang orang-orang pada hari Kamis meminum obat yang dapat menyebabkan kelemahan pada hari Jumat (sehingga tidak bisa ikut mengerjakan salat Jumat)“. Imam Muhammad Baqir as menggambarkan para pengikutnya sebagai berikut, “Mereka adalah orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari Kamis untuk mengerjakan salat Jumat.” (Wasa’il al-Syiah, jil. 5, hal. 46.)

Salat Jumat adalah salat yang pahala mengikutinya bagi musafir lebih besar daripada pahala orang yang muqim. (Wasa’il al-Syiah, jil. 5, hal. 36.)

Salat Jumat adalah salat yang satu malam sebelumnya dianjurkan untuk dilalui dengan membaca ayat-ayat al-Quran.

Dalam hadis-hadis dikatakan bahwa pada salat magrib di malam Jumat dianjurkan membaca surah Juma‘ah, sebagai peringatan dan persiapan untuk melaksanakan salat Jumat.

Rasulullah saw bersabda, “Bagi setiap langkah yang diayunkan orang mukmin menuju salat Jumat, Allah akan mengurangi baginya ketakutan pada hari kiamat.” (Mustadrak al-Wasa’il, jil.6, hal. 42.)

Salat Jumat adalah penebus dosa yang dilakukan seseorang dalam seminggu, selama dia menjauhi dosa-dosa besar. (Bihar al-Anwar, jil. 89, hal.256.)

Seseorang yang menyewa seorang pekerja, jangan menghalangi pekerjanya mengerjakan salat Jumat. (Mustadrak al-Wasa’il, jil.6, hal. 7)

Seseorang yang tiga kali berturut-turut meninggalkan salat Jumat maka dia dicatat sebagai orang munafik, ”Siapa yang meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa sebab maka dia dicatat sebagai Orang munafik.” (Mustadrak al-Wasa’il, jil.8, hal. 407)

Dalam hadis-hadis lain dikatakan, Siapa yang tidak mmgerjakan salat Jumat tiga kali secara berturut-turut, karena sakit atau alasan yang dibenarkan, maka

Allah Swt menstempel hatinya. (Kanz al-‘Ummal, hadis 21147)

Siapa yang tidak bisa menghadiri salat Jumat, hendahya dia memberi sedekah (sebagai kafarah tidak menghadiri salat Jumat). (Kanz al-‘Ummal, hadis 21139)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top