Sunday , December 8 2019
Breaking News
Kemenag Gelar Workshop Validasi Terjemahan Alquran Bahasa Mongondow

Kemenag Gelar Workshop Validasi Terjemahan Alquran Bahasa Mongondow

workshop-validasi-Penerjemahan-al-Quran-bahasa-MongondowIslam adalah agama berkah (rahmat) bagi semesta ini. Demikian terjemahan bebas ‘rahmatan lil ‘alamin’ dalam bahasa Indonesia. Namun, tahukah Anda terjemahan ayat tersebut ke bahasa-bahasa lokal Sulawesi Utara?

Karena itu, Kementerian Agama RI melalui Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Keagamaan bekerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, menggelar Workshop Validasi Penerjemahan Alquran Bahasa Mongondow tahap ke-3.

Dr. Rukmina Gonibala, M.Si, selaku panitia pelaksana dan narasumber dalam workshop tersebut mengatakan, validasi terjemahan Alquran dalam bahasa daerah sangat penting, karena selain mempermudah masyarakat yang belum bisa berbahasa Indonesia, ini juga merupakan suatu langkah dalam pelestarian bahasa, khususnya bahasa daerah.

“Validasi ini sudah memasuki tahap ke-3. Masuk pada tahap k-4, insya Allah akan diresmikan di Kairo, Mesir, kemudian didistribusikan langsung ke masyarakat Bolmong. Semoga dengan begitu, masyarakat akan semakin paham apa yang disampaikan Alquran,” kata Rukmina optimis, di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (06/04) malam WITA.

Rukmina yang juga Rektor IAIN Manado ini menerangkan, perkara bahasa ini agak sedikit sulit. “Misalnya, ‘Yang Maha Pengasih’ dalam bahasa Arab, tidak mungkin sama dengan ‘Yang Maha Pengasih’, ketika telah diterjemahkan dalam bahasa Mongondow,” lanjutnya.

Sebelumnya, proses validasi terjemahan Alquran dalam bahasa Mongondow pada tahap 1 dan 2, telah dilakukan di Kampus IAIN Manado.

“Kali ini digelar di sini (Kotamobagu, red), karena permintaan tokoh agama, tokoh adat dan MUI Bolmong Raya,” ujar Rukmina, pada kegiatan yang turut dihadiri Wakil Walikota Kotamobagu, Drs Hi Jainuddin Damopolii.

Sementara, Kepala Pusat Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Keagamaan, Drs. Choirul Fuad Yusuf, MA., M.Phil mengungkapkan, di Indonesia secara umum, kita sudah tertinggal jauh.

“Alquran belum banyak yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa daerah. Kita lihat Injil, sudah sangat banyak terjemahan-terjemahannya ke dalam bahasa-bahasa daerah,” pungkasnya. (Zack/Yudhi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top