Thursday , July 18 2019
Breaking News
Kepeloporan Syiah  dalam Ilmu-ilmu Alquran: Pengarang Pertama Kitab Tafsir (1)

Kepeloporan Syiah dalam Ilmu-ilmu Alquran: Pengarang Pertama Kitab Tafsir (1)

Sebelum memulai pembahasan, perlu diingatkan kedudukan Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s. sebagai pemula dan pelopor dalam mengembangkan pelbagai ilmu Alquran. Sesungguhnya beliau telah mendiktekan enam puluhan cabang ilmu Alquran, dan menyebutkan contoh yang khas untuk setiap cabang. Semua itu terhimpun dalam sebuah buku yang kami riwayatkan dari beliau melalui bebarapa jalur yang ada pada kami sampai sekarang ini. Buku itu adalah pedoman pokok bagi setiap orang yang telah menulis mengenai macam-macam cabang ilmu Alquran.

Mushaf atau kitab pertama yang menghimpun ayat-ayat Alquran sesuai dengan urutan masa penurunannya pasca wafat Nabi saw. adalah mushaf Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s. terdapat sejumlah riwayat mengenai hal ini dari jalur Ahlulbait secara mutawatir, dan dari jalur Ahlusunnah secara mustajidz (satu tingkat di bawah mutawatir pent). Sebagiannya telah kami singgung di dalam kitab asli kami; Ta’sz’susy-Syi’ah li Pununil Islam. Di sana kami telah melakukan kritik atas pandangan Ibnu Hajar Al-Asqolani.

Tentang Orang Pertama yang Mengarang Kitab Mengenai Ilmu Tafsir Alquran

Orang pertama yang mengarang buku seputar ilmu Tafsir ialah seorang tabi’in bernama Said ibn Jubair r.a. Kala itu, ia adalah orang yang paling ahli di bidang Tafsir di antara para tabi’in, sebagaimana yang dilaporkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Itqon dari riwayat Qotadah seraya menyebutkan tafsirnya. Juga Ibnu Nadim menyinggung nama Said di dalam Al-Fehrest tatkala menyebutkan karya-karya yang dikarang seputar tafsir Alquran. Sementara itu, sebelum Said, belum ada tafsir yang pernah dinisbahkan kepada selainnya.

Said meninggal dunia pada tahun 94 H. Tak syak lagi, ia adalah salah satu Syi’ah yang tulus. Ulama-ulama kami telah memberikan kesaksian ini secara tegas di dalam kitab-kitab ilmu Rijal, seperti Allamah Jamaluddin ibn AlMuthahhar di dalam Al-Khulashah dan Abi Amr Al-Kasyi di dalam Kitabun jir-Rijal. Yang terakhir ini di dalam kitabnya meriwayatkan sejumlah riwayat dari Imam-imam a.s. mengenai sanjungan mereka kepadanya, kesyi’ahannya dan ketulusannya pada Syi’ah. Al-Kasyi mengatakan: “Alasan pembunuhan Hajjaj ibn Yusuf atas Said tidak lain adalah karena persoalan ini, yakni kesyi’ahannya, pada tahun 94 H.”.

Dan perlu diketahui bahwa sekelompok dari tabi’in Syi’ah telah memulai mengarang di bidang tafsir Al-Quran setelah Said ibn Jubair. Di antara mereka adalah As-Sudi Al-Kabir Ismail ibn Abdurrahman Al-Kufi Abu Muhammad al Qurasyi yang wafat pada 127 H. Dalam Al-Ithqon, As-Suyuthi mengatakan: ”Karya tafsir terbaik adalah tafsir Ismail As-Sudi. Darinyalah para imam-imam mazhab menukil banyak riwayat.”

Saya katakan bahwa selain As-Suyuthi, An-Najasyi pun telah menyebutkan tafsir As-Sudi. Begitu pula Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi di dalam Asma’ Mushannifis Syi’ah. Adapun Ibnu Qutaibah secara tegas memberikan kesaksiannya atas kesyi’ahan As-Sudi di dalam Kitabul Ma’arif, juga Ibn Hajar Al-‘Asqolani di dalam At-Taqrib dan Tahzibut Tahzzb. Ismail As-Sudi adalah salah satu sahabat Imam Ali ibn Husein, Imam Muhammad Al-Baqir dan Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s.

Di antara mereka adalah Muhammad ibn As-Saib ibn Bisyr Al-Kalbi, pengarang tafsir yang terkenal itu, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Nadim tatkala ia mengurut nama kitab-kitab yang dikarang berkenaan dengan tafsir Alquran. Ibn Uday dalam Al-Kamil-nya mengatakan: ”Al-Kalbi mempunyai hadis-hadis yang sahih dan khas (Syi’ah, pent.) yang diriwayatkannya dari Abu Soleh, dan ia terkenal pandai di bidang tafsir. Bahkan, tak seorang pun yang mengarang tafsir setebal dan seindah tafsir Al-Kalbi.”

As-Sam’ani berkata: ”Muhammad ibn As-Saib, pengarang tafsir adalah warga kota Kufah. Ia menganut ajaran Raj’ah. Anaknya bernama Hisyam yang bernasab mulia dan penganut mazhab Syi’ah yang kuat.”

Saya katakan bahwa Ibn Saib adalah seorang Syi’ah dan sahabat dekat Imam Ali Zainal Abidin dan Imam Muhammad Al-Baqir a.s. Ia wafat pada tahun 146 H.

Di antara mereka adalah Jabir ibn Yazid Al-Ja’fi, seorang tokoh besar di bidang tafsir Alquran. Ia mempelajari ilmu ini dari Imam Muhammad Baqir a.s. dan ia termasuk orang orang yang dekat dengan beliau. Jabir telah mengarang kitab tafsir Alquran dan kitab-kitab lainnya. Tercatat pada tahun 127 H, ia meninggal dunia. Tafsir Jabir tidaklah sama dengan tafsir Imam Al-Baqir a.s. yang telah disebutkan oleh Ibnu Nadim tatkala ia mengurut nama kitab-kitab yang dikarang di bidang tafsir. Ibnu Nadim mengatakan: ”Kitab Muhammad ibn Ali ibn Husein Al-Baqir a.s. telah diriwayatkan oleh Abul Jarud Ziyad ibn Munzir, Imam mazhab Jarudiyah Zaidiyah.”

Saya katakan bahwa terdapat sekelompok dari perawi-perawi terpercaya Syi’ah seperti: Abu Bashir Yahya ibn Qosim Al-Asadi dan selainnya, yang telah menukil kitab Imam Al-Baqir a.s. tersebut dari Abul ]arud di masa-masa kemurnian kesyi’ahannya; yakni sebelum ia menganut mazhab Zaidiyah.

Bersambung…

Ayatullah Sayyid Hassan Ash-Sadr, Peradaban Syiah dan Ilmu Keislaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top