Monday , October 15 2018
Breaking News
Kepemimpinan Agama dan Politik dalam Perspektif Imam Ali

Kepemimpinan Agama dan Politik dalam Perspektif Imam Ali

Jakarta – Dalam rangka peringatan Ghadir Khum, yaitu hari besar dalam Islam menurut penanggalan Hijriyah sekaligus peringatan HUT RI ke-73 DPW  ABI DKI Jakarta bekerja sama dengan Islamic Cultural Center mengadakan seminar dengan tema “Kepemimpinan dalam Agama dan Politik”

Left, Akmal Kamil as moderator, Gus Muiz (NU, Sunni), DR Muhsin Labin (Shia scholars)

Acara diselenggarakan pada Minggu, 2/9/18 di gedung ICC Jakarta, Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan. Pembicara dari kalangan Sunni dan Syiah dengan membahas isu kepemimpinan dan politik dalam perspektif Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Dari Sunni yang diwakili Gus Muiz, seorang dosen dari IAIN Nurjati, Cirebon.

Dalam pemaparannya Gus Muis memberikan testimoni mengenai sosok Imam Ali yang begitu tinggi kedudukannya di kalangan Ahlusunah, khususnya keislaman ala Nahdlatul Ulama (NU). Dalam tradisi NU posisi Imam Ali adalah pemimpin dalam hal keagamaan, bahkan langsung setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw, ini bisa dibuktikan bahwa ketiga Khalifah pra Imam Ali senantiasa meminta nasehat mengenai kebijakan pemerintahannya, baik nasehat dalam pemerintahan maupun keagamaan. Gus Muiz menambahkan lagi, bahwa seorang pemimpin sejati tidak harus dalam menjabat di tampuk kekhalifahan, ia tetap pemimpin meski tak berkuasa.

Pembicara selanjutnya adalah seorang pakar filsafat Islam,.Dr Muhsin Labib. Pada ceramahnya yang singkat beliau menekankan pentingnya memahami pemimpin dalam lingkup agama dan administratif. Pemimpin dalam keagamaan menurutnya bukan hanya harus muslim tetapi harus suci. Pemimpin dalam hal administratif ya tentu menurutnya harus punya kompetensi, apapun agamanya. Dalam negara yang di bangun di atas konsensus keberagaman semua punya hak untuk menjadi pemimpin yang dipilih secara demokratis.

Baca juga Peringatan Ghadir Khum di Islamic Cultural Center Jakarta

Dr Husain Safakha, director As Shafa, Iran menjadi pembicara terakhir, sebelum acara berakhir diadakan sesi tanya jawab, pembacaan puisi Imam Ali oleh Hetty Rahim dan penampilan musik hadrah. (asf/abi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top