Monday , December 16 2019
Breaking News
Kerusuhan Berlanjut di London, Cameron Persingkat Liburan

Kerusuhan Berlanjut di London, Cameron Persingkat Liburan

Jalan-jalan di London dilanda kerusuhan lagi Senin malam (8/8), malam ketiga kerusuhan, saat pemrotes menyerang polisi, membakar mobil dan menjarah toko di seluruh ibu kota Inggris itu, sehingga Perdana Menteri Inggeris David Cameron mempersingkat liburannya.

Wilayah Peckham, Lewisham, Croydon dan Deptford di London selatan dilanda kerusuhan. Begitu juga dengan Hackney di London timur. Toko dibakar di Peckham, satu bangunan dilahap si jago merah di Croydon dan mobil dilahap api di Lewisham serta Deptford. Polisi melaporkan mereka telah menangkap sejumlah orang di Kabupaten Kilburn di London utara. Menurut Scotland Yard, 239 orang ditangkap.

Sementara itu, David Cameron telah memutuskan untuk mempersingkat liburannya dan kembali ke London akibat kerusuhan yang terus berlangsung itu, kata kantornya, Senin malam, demikian laporan Xinhua –yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.

Cameron, yang sedang berlibur di Italia, dijadwalkan pulang pada malam hari dan menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi mengenai kerusuhan yang meningkat pada Selasa, kata kantornya di dalam satu pernyataan singkat.

Untuk pertama kali sejak kerusuhan meletus Sabtu malam (6/8), gangguan dilaporkan telah terjadi di luar London.

Polisi di Birmingham mengatakan mereka menghadapi sebanyak 200 pemuda yang telah memecahkan jendela toko di pusat kota tersebut, dan di kota kecil Croydon, polisi berhadapan dengan kerumunan perusuh di pusat kota kecil itu.

Beberapa saksi mata di Kabupaten Hackney, London timur, mengatakan mobil dan van telah dibakar, toko dijarah dan dibakar dan polisi dengan perlengkapan antihuru hara bentrok dengan penjarah di pusat wilayah tersebut.

London dilanda kerusuhan, penjarahan dan pembakaran setelah polisi menembak dan menewaskan Mark Duggan –yang berusia 29 tahun– saat mereka berusaha menangkap dia pada Kamis malam (4/8).

Protes Sabtu malam di daerah Tottenham, London utara, tempat penembakan terjadi, berubah menjadi kerusuhan dan perusuh menjarah toko di daerah tersebut serta membakar dua mobil polisi, satu bus dan beberapa toko serta rumah warga.

Pada Ahad malam, kerusuhan terjadi lagi di London utara dan timur dan di daerah niaga di Oxford Street.

Polisi menyatakan mereka telah memperkirakan kerusuhan pada Senin malam, setelah memantau jejaring sosial. Hasil dari perkiraan itu ialah toko di Hackney ditutup lebih dini dan polisi berpatroli di daerah tersebut.

Personel polisi juga terlihat di jalan-jalan di banyak wilayah di kota itu. Wali Kota London Boris Johnson juga mempersingkat liburannya akibat seriusnya kerusuhan dan dijadwalkan kembali ke London, Selasa.

Wakil Perdana Menteri Nick Clegg dan Menteri Dalam Negeri Theresa May telah kembali ke kantor mereka setelah liburan Senin. Kedua pejabat tersebut mengutuk kerusuhan itu, demikian Xinhua melaporkan.

KBRI Imbau WNI di London Waspada

KBRI London mengimbau warga Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan dan berupaya menghindari kerumunan massa dan kerusuhan akibat terjadinya kerusuhan yang melanda London dan sekitarnya yang berawal di Tottenham pada Sabtu malam.

Minister Counsellor KBRI London, Dwi K.I. Miftach kepada koresponden ANTARA, Selasa, mengatakan untuk mengantisipasi kemungkinan menyebar ke wilayah lain, maka KBRI London mengimbau warga yang memerlukan bantuan maupun memiliki informasi mengenai perkembangan situasi agar senantiasa menghubungi KBRI London.

Selain itu, Dwi K.I Miftach mengharapkan seluruh warga Indonesia yang berada di London untuk mematuhi hukum yang berlaku dan tidak terlibat aksi-aksi yang melanggar hukum.

Untuk itu, Dwi K.I. Miftah minta warga yang memerlukan bantuan maupun memiliki informasi mengenai perkembangan situasi agar senantiasa menghubungi KBRI London melalui No telp. (020) 7499 7661 email: kbri@btconnect.com atau kontak person Sdr: Wandi (No telepon: 7923502807).

Pelajar Mengungsi

Sementara itu Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) UK, Rendhika Harsono ketika dihubungi mengatakan seorang pelajar yang tergabung dalam PPI London yang mengambil S1 di London dan tinggal di daerah Tottenham sudah mengungsi ke rumah rekannya.

“Prasetyo yang tinggal di wilayah Tottenham sudah mengungsi ke tempat rekannya,” ujar Rendhika yang dihubungi KBRI London dan Atase Pendidikan mencari info keberadaan anggota PPI yang berada di wilayah kerusuhan.

Menurut Rendhika, ia bersama pengurus PPI lainnya terus memantau situasi di London dan juga keberadaan para pelajar yang tergabung dalam PPI London.

Selain itu di wilayah East London, ada beberapa bus yang tidak meliwati wilayah Bethnal Green, yang berada di zone 1 dan 2 , toko dan pub serta restoran banyak yang tutup sejak jam sembilan, bahkan taksi pun sulit.

“Saya dengar ada kerusuhan juga di wilayah Hackney,dekat dengan Benthnal Green,” ujar Rendhika.

Dikatakannya, banyak pelajar yang merasa takut keluar dan tinggal di rumah kebetulan memang lagi libur musim panas, dan kalaupun pergi umumnya mereka naik taksi karena naik kereta api bawah tanah dan bus tidak aman.

Dalam insiden yang terjadi Sabtu malam di wilayah Tottenham London itu diawali dengan aksi sekitar 300-an orang yang memprotes aksi penembakan polisi yang menewaskan Mark Duggan (29) Kamis lalu.

Massa berkumpul di luar kantor polisi setempat dan menuntut keadilan untuk korban tewas.

Polisi mengatakan situasi berubah kacau setelah dua mobil polisi yang berada sekitar 200 meter dari kumpulan massa diserang dan beberapa bom molotov dilemparkan ke mobil polisi yang langsung terbakar itu.

Lebih 100 orang ditahan karena polisi diserang, kendaraan aparat dirusak, toko-toko dijarah dan dirusak di beberapa daerah London seperti di daerah Enfield, Walthamstow, dan Waltham Forest di London utara dan Brixton di bagian selatan.

Bentrokan terjadi di Enfield, Minggu malam. Jendela toko dihancurkan dan mobil polisi dirusak.

Muncul sejumlah laporan bahwa gang beranggotakan 200 anak muda menjarah dan menyerang polisi di Coldharbour Lane dan Brixton High Street, London selatan.

Komandan Polisi Metropolitan Adrian Hanstock mengatakan ini bukanlah kelompok orang yang mewakili masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar menyerang masyarakat, tempat usaha, properti, dan perumahan serta menimbulkan kekacauan dan kejahatan. (ANTARA News)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top