Monday , July 6 2020
Breaking News
Kesan Lauren Booth tentang Indonesia Dulu dan Kini

Kesan Lauren Booth tentang Indonesia Dulu dan Kini

Perempuan berperawakan tinggi dan berkulit putih itu tampak menyedot tatap puluhan pasang mata. Busana ungu menutupi seluruh tubuh dan hanya menyisakan raut wajahnya. Dengan langkah perlahan, dia masuki gedung pertemuan Smesco, bulan lalu ditemani seorang lelaki yang memandunya.

Dialah Lauren Booth, lahir 48 tahun silam dengan nama Sarah Jane Booth. Jurnalis berkebangsaan Inggris ini sempat membuat heboh negerinya bahkan dunia, atas keputusannya menjadi muallaf 2010 silam. Bukan hanya karena dia seorang jurnalis tapi lebih karena statusnya sebagai adik ipar mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Dalam kunjungannya kali ini, Lauren mengakui ada yang berbeda dengan Indonesia daripada ketika pertama kali datang 20 tahun lalu. Tepatnya ketika dirinya masih duduk di bangku kuliah dan menjadi backpacker, menjelajah Indonesia dari Bali hingga ke Jakarta.

“Apa yang saya lihat di Indonesia dulu adalah minuman alkohol, pantai dan bikini. Saya memandang penduduk Indonesia dengan sebelah mata,” cerita Lauren.

Kini Lauren baru menyadari bahwa orang Indonesia ramah dan murah senyum. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang penuh dengan kehangatan dan sungguh luar biasa.

Lauren sangat menyayangkan jika para turis yang datang ke Indonesia hanya dibutakan oleh keindahan alamnya saja sehingga mengabaikan keramahan masyarakatnya. Dia berharap para turis asing juga memperhatikan keindahan perilaku masyarakat Indonesia yang penuh dengan senyum dan sikap hangat dalam menyambut tamu mereka.

Apalagi dengan penduduk mayoritas Muslim, Indonesia memiliki kewajiban untuk berlaku sebaik mungkin kepada orang-orang dari luar yang datang ke negerinya. Inilah yang menurut Lauren dapat membuat Indonesia lebih luar biasa.

Setelah kunjungannya 20 tahun lalu, Lauren tak pernah membayangkan bakal kembali kesini dan tampil berjilbab seperti sekarang, berkumpul kembali dengan masyarakat Indonesia yang dulu dilihatnya dengan sebelah mata.

“Itulah kesan pertama saya ketika ke Indonesia dulu, yang melihat Indonesia hanya dari sisi keindahan alamnya saja tapi tidak melihat keramahan masyarakatnya. Berbeda dengan sekarang,” pungkas Lauren. (Lutfi/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top