Tuesday , January 28 2020
Breaking News
Keyakinan Ormas Ahlulbait Indonesia (ABI) tentang Ketuhanan

Keyakinan Ormas Ahlulbait Indonesia (ABI) tentang Ketuhanan

Pembahasan ketuhanan yang dimaksud dalam hal ini mencakup tema-tema seputar Tuhan; keberadaan dan keesaan-Nya, juga tentang macam-macam sifat-Nya, serta tema-tema yang melahirkan keyakinan berikutnya seperti Kenabian dan Kebangkitan.

Selengkapnya pembahasan Manifesto ABI

Keyakinan ABI tentang Ketuhanan adalah sebagai berikut:

  1. Allah SWT adalah Zat yang Wajibul Wujud, Mahaesa dan Mahamutlak, juga Mahasempurna yang jauh dari segala cela dan kekurangan. Bahkan Allah adalah realitas kesempurnaan itu.
  2. Allah SWT esa dalam Zat, Sifat dan Perbuatan-Nya. Keesaan Zat bermakna tidak ada yang serupa dan menandingi-Nya. Keesaan dalam sifat bermakna bahwa setiap sifat Allah SWT menyatu dalam Zat-Nya, bahkan ia adalah Zat itu sendiri. Keesaan dalam perbuatan (af’al) bermakna, bahwa segala yang terjadi di dunia ini secara vertikal tidak terlepas dari kehendak dan perbuatan-Nya.
  3. Mengesakan Allah SWT dalam perbuatan-Nya meniscayakan pengesaan-Nya sebagai satu-satunya Pencipta (khaliqiyah) dan sebagai satu-satunya Pengatur (rububiyah).
  4. Sebagai Pencipta (Khaliq), Allah SWT mencipta seluruh makhluk, termasuk manusia. Sebagai Pengatur (Rabb),Allah SWT menetapkan dan memberlakukan aturan-aturan (takwini) atas seluruh makhluk-Nya dan aturan dan norma (tasyri’) atas jin dan manusia.
  5. Sebagai Pencipta dan Pengatur Allah SWT Mahaadil dalam ciptaan dan ketetapan-Nya, dalam arti bahwa seluruh ciptaan dan ketetapan-Nya tidak bertentangan dengan prinsip rasionalitas baik dan buruk (al Husnu wal qubhu al ‘aqliyaan).
  6. Sebagai Pencipta dan Pengatur yang Mahaadil, Ia menciptakan manusia dan mengaturnya sebagai makhluk yang memiliki ikhtiyar dalam tindakannya dengan tidak menyerahkan seluruh perbuatan kepadanya secara mutlak tanpa kendali dari-Nya secara vertikal. Artinya, berlakunya seluruh qadha dan qadar Allah SWT tidak berarti hasil dari sesuatu yang serba-ditentukan (determinisme) sebaliknya, bukan pula serba-dibebaskan (free will) namun al-amr bayn al-amrayn (keseimbangan di antara keduanya).

Manifesto ABI, Bab II Pandangan Dunia, Halaman 4.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top