Friday , October 19 2018
Breaking News
Kisah-Kisah Hikmah Nabi Adam a.s.

Kisah-Kisah Hikmah Nabi Adam a.s.

”Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”. (QS. al-Baqarah [2]: 37)

Adam1 as adalah bapak seluruh umat manusia (abu al-basyar) yang Allah ciptakan dari tanah liat. Lalu Allah meniupkan Roh-Nya Sendiri ke dalam tubuhnya setelah menjalani 40 tahun dari masa pembentukan postur tubuh dan sistem kerja anggota badannya. Semenjak itulah mulailah dia bernapas dan lalu hidup.

Kemudian Allah perintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya. Para malaikat pun bersujud kepada Adam kecuali iblis si pembangkang.

67

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis; dia enggan dan takabur dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. al-Baqarah [2]: 34)

Kemudian Allah menjadikan Adam dan Hawa tinggal dan menempati taman surga. Tak lama kemudian hati keduanya termakan oleh rayuan dan tipu daya Iblis si penipu ulung yang mengatakan kepada keduanya mengapa Allah membolehkan memakan segala isi surga kecuali buah khuldi (gandum) yang ada di tengah-tengah taman surga itu.

Adam dan Hawa akhirnya bisa ditipu oleh Iblis, yang menyebabkan keduanya melakukan sebuah perbuatan terlarang dengan memakan buah khuldi tersebut dan dengan begitu keduanya diusir dari surga. Kemudian keduanya menyesalinya dengan bertobat. Allah pun menerima tobat mereka yang menyebabkan keduanya setuju dihadiahi bumi sebagai tempat tinggal keduanya.

Baca juga: Akhlak Para Nabi AS

Setelah Adam dan Hawa menjalani hidup selama beberapa tahun yang panjang di bumi, Adam meninggal di Mekkah setelah jatuh sakit selama sepuluh hari pada usia 930, 936, atau 1030 tahun dan jenazahnya dikuburkan di salah satu lembah Gunung Abu Qubais.

Hawa lalu jatuh sakit di satu tahun berikutnya dan wafat lima belas hari setelah jatuh sakitnya tersebut. Jasadnya dikuburkan dekat pusara suaminya, Adam as. Menurut pendapat beberapa sejarawan, Nabi Nuh as telah membawa serta peti mayat Adam tersebut ke kota suci Najaf dan jasadnya itu langsung dikuburkan di sana juga.

Adam as Berdoa kepada Allah dengan Perantaraan Muhammad saw dan Keluarganya

Ketika Nabi Adam dan Hawa memakan buah dari pohon terlarang, mereka menjadi tidak berpakaian (telanjang).

69Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan dedaunan surga. (QS. al-A’raf [7]: 22)

70Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (QS. al-Baqarah [2]: 37)

Lalu apakah kata-kata (kalimat) yang diucapkan Adam itu?

Dalam kitab al-Kafi, Imam Muhammad Baqir dan Imam Ja’far Shadiq as menjelaskan bahwa kata-kata tersebut adalah sebagai berikut (Tafsir al-Shafi).

“Tiada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku telah melakukan suatu kejahatan dan kuzalimi diriku sendiri maka ampunilah aku karena Engkaulah Sebaik-Baik Pengampun (dosa dan kesalahan).

“Tiada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku telah melakukan sebuah kejahatan dan kuzalimi diriku maka perkenankanlah tobatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

“Dengan kebenaran (hak) Muhammad, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain.

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah menciptakanku dengan tangan-Nya, yang telah menyempurnakan penciptaanku dan membentukku. yang telah memperindah bentukku, memuliakanku dengan sujudnya para malaikat-Nya kepadaku, yang telah mengajariku tentang nama-nama seluruhnya dan yang telah menempatkanku di dalam surga-Nya.

Baca juga: Kisah-kisah Hikmah Nabi Khidir a.s.

“Dia telah menciptakanku tidak dalam keadaan tergesa-gesa karena Dia memiliki rencana matang terhadap diriku sebagaimana yang Dia kehendaki dari ketentuan-Nya.

”Maka bagi-Nya segala puji semenjak aku menyadari ketergelinciranku, agar Dia merahmati doa dan tangisanku, memperkenankan tobatku, menunjukiku pada menaati-Nya, mengokohkan aku atasnya setelah aku mendurhakai-Nya dan mendukungku pada memerangi iblis musuhku setelah ketaatanku kepada-Nya.

”Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau, Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang Mahakekal setelah ciptaan-Nya fana.”

Dari Imam Muhammad Baqir as, dia berkata, “Sesungguhnya tatkala Adam membangun Ka’bah dan bertawaf mengelilinginya, maka dia berucap,

‘Ya Allah! Sesungguhnya setiap perbuatan ada ganjarannya. Ya Allah! Sesungguhnya aku telah melakukannya (Pertobatan itu).’

Maka dikatakan kepadanya, ‘Sungguh, dosa dan kesalahanmu telah diampuni, hai Adam.’

Dia berkata, ’Juga bagi keturunanku setelahku?’ .

Maka dikatakan kepadanya, ’Hai Adam! Barangsiapa yang menyesali dan bertobat dari dosanya di antara mereka di tempat ini sebagaimana engkau telah melakukannya (di tempat ini) Aku ampuni dosanya.’”

Adam Meminta Perlindungan

Adam berkata, ‘Wahai Tuhanku! Sungguh Engkau telah memerlihatkan dan menyingkapkannya kepadaku dan sesungguhnya tiada yang dapat mencegahku darinya kecuali Engkau.’

Allah Yang Mahakuasa berfirman, ‘Aku akan menugaskan seorang malaikat pada setiap keturunanmu untuk melindunginya dari godaan setan yang dekat.’

Adam berkata, ’Duhai Tuhanku! Berilah aku tambahan penjelasan.’

Allah berfirman, ’Yaitu ganjaran satu kebajikan mereka berlipat sepuluh dan akan terus bertambah. Tapi, ganjaran bagi sebuah pelanggaran diganjar satu kali lipat saja.’

Adam berkata, ’Duhai Tuhanku! Berilah aku tambahan penjelasan.’

71Katakanlah, ”Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri (melakukan kejahatan pada diri mereka sendiri)! janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. “ (QS. al-Zumar [39]: 53)

Adam berkata, ’Duhai Tuhanku! Berilah aku tambahan penjelasan.’

Allah berfirman, ’Aku tidak akan menyangkal (menolak) permohonan tobat dari keturunanmu yang bertobat selama roh masih dikandung di badan mereka.’

Adam berkata, ‘Duhai Tuhanku! Berilah aku tambahan penjelasan.’

Allah berfirman, ’Aku akan memaafkan kesalahan dan dosa-dosa mereka dengan segala kesenangan hati.’

Adam berkata, ‘Ini sudah cukup bagiku.’

Tidak Ada Warisan Ilmu Bagi Pelaku Kejahatan

Disebutkan sesungguhnya Adam jatuh sakit selama sebelas hari. Dia mewasiatkan warisan ilmu kepada putranya, Syits, dan memerintahkannya agar dia merahasiakan warisan ilmunya tersebut dari Qabil dan anak-anaknya. Pasalnya, dia telah membunuh Habil karena dengki disebabkan Adam telah mengkhususkannya (Habil) dengan ilmu dan pengetahuan, maka Syits dan anaknya pun menyembunyikan pengetahuan khusus yang mereka milik itu darinya (Qabil). Ilmu pengetahuan khusus yang dengannya mereka dapat mengambil manfaat itu pun tidak didapatkan di sisi Qabil dan anak-anaknya sepanjang masa.

Nasihat Nabi Adam as

Tatkala kewafatan Adam as sudah dekat, dia pun mengumpulkan anak-anaknya dan mengabari mereka agar meninggalkan jejak yang baik dan positif di dunia dan mewasiati mereka tentangnya. Di antara sejumlah wasiat-wasiatnya kepada putranya, dia berkata, ”Setiap pekerjaan yang hendak kalian lakukan, pikirkanlah terlebih dahulu sejenak. Karena jika aku hendak melakukan sesuatu pekerjaan, lalu akan memikirkannya terlebih dahulu, niscaya tidak akan ada sesuatu pun yang akan menimpaku. Adalah sudah menjadi tugas kalian melakukan perbuatan yang berbudi luhur dan mengikutinya dengan sungguh-sungguh.”

Saat Nabi Adam Sekarat

Malaikat Maut pun datang mencabut nyawa Adam. sedangkan dia dalam keadaan bertasbih, menyucikan dan mengesakan-Nya.

Jibril as berkata kepada Malaikat Maut, ”Wahai Malaikat Maut! Temanilah dia (dalam sakratul mautnya) karena engkau mengetahui keadaannya. Dialah Adam yang Allah telah menciptakannya dengan tangan-Nya, meniupkan ke dalam raganya Roh-Nya Sendiri, lalu memerintahkan kami bersujud sebagai tanda ketaatan kepadanya, dan menempatkannya di dalam surga-Nya. Sungguh Adam tak henti-hentinya menyucikan Tuhannya hingga Malaikat Maut mencabut nyawanya.”

Sebagai Petani yang Giat

Rasulullah saw bersabda, ”Sesungguhnya Allah tatkala menurunkan Adam ke bumi, Dia memerintahkannya agar bertani dengan kedua tangannya dan dia harus mencari makan sendiri di luar setelah dikeluarkan dari surga dan segala kenikmatannya.”

(Sumber – Buku: Akhlak Para Nabi; dari Nabi Adam Hingga Muhammad Saw / Taaj Langroodi)

Catatan Kaki:

  1. Menurut riwayat Imam Muhammad Baqir dan Imam Ja’far Shadiq as bahwa Adam dinamai Adam karena dia adalah adim al-ardh, yakni dia diciptakan dari permukaan bumi (dan tanah). Menurut riwayat lain, Aadimul Ardh adalah lapisan bumi yang keempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top